0 menit baca 0 %

Tingkatkan SDM, Urais Latih Daerah Gunakan Alat Hisab dan Rukyat

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Hisab dan Rukyat Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau melakukan Orientasi Penggunaan Alat Hisab...
Pekanbaru (Humas)- Dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Hisab dan Rukyat Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau melakukan Orientasi Penggunaan Alat Hisab dan Rukyat Kanwil Kemenag Riau 23- 26 September 2013 di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru. “Selain itu, sasaran utama kita pada kegiatan ini adalah validasi jadwal shalat sepanjang masa yang telah kita buat empat tahun lalu. Karena beberapa waktu lalu ada perbedaan antara jadwal shalat sepanjang masa dengan imsyakiyah ramadhan,” ungkap Kabid Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asmuni MA, Senin (23/9) dalam sambutannya pada Orientasi Penggunaan Alat Hisab Rukyat yang diikuti oleh Kasi, ketua dan anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) daerah. Sementara itu, Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Tarmizi Tohor MA, dalam sambutannya sekaligus membuka acara Orientasi Penggunaan Alat Hisab dan Rukyat sangat mendukung program yang dilakukan oleh Urais. Karena sampai saat ini ada beberapa polemic yang terjadi dimasyarakat, seperti menetapan arah kiblat, dan penetapan hari besar Islam seperti awal ramadhan dan syawal. “Ini merupakan tugas besar bagi kita semua untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait dengan ini semua. Apalagi saat ini masih banyak arah kiblat yang belum sesuai dengan standar, karena dulu penetapan arah kiblat berdasarkan mata hati bukan dari keilmuan yang sebenarnya,” terangnya. Terkait dengan kondisi masih banyaknya arah kiblat yang belum sesuai, Kakanwil tidak menyalahkan masyarakat. Tetapi hal tersebut menjadi tugas mereka yang menguasai permasalahan tersebut. “Kita menghimbau masyarakat yang ingin mendirikan rumah ibadah, terlebih dahulu mendudukkan arah kiblatnya dengan orang yang ahli. Dan orang ahli hisab dan rukyat perlu diperbanyak sesuai dengan kondisi di lapangan saat ini dimana tenaganya sangat dibutuhkan bukan hanya untuk menentukan arah kiblat tapi juga untuk penetapan hari besar Islam,” pungkasnya. (mus)