0 menit baca 0 %

Togak Luan Pacu Jalur Hibur Presiden di Istana, Siswa Madrasah Kuansing Ikut Unjuk Bakat

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Sebanyak 10 anak penari Togak Luan, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tampil memukau dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Ahad (17/8/2025). Mereka menampilkan tarian viral aura farming di hadapan Presiden Prabowo Subianto.Dar...

Kuansing (Kemenag) - Sebanyak 10 anak penari Togak Luan, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tampil memukau dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Ahad (17/8/2025). Mereka menampilkan tarian viral “aura farming” di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Dari 10 anak penari Togak Luan, 4 orang diantaranya merupakan siswa madrasah swasta yang berada dibawah binaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi. 4 orang anak tersebut yaitu:

1.Suriatman, berasal dari MTs Imam Saleh Pulau Panjang Hulu, yang sekarang duduk dibangku kelas 7 adalah Togak Luan Jalur Panglimo Hitam Bintang Naghori.

2.Rizki Akbar Auliya, berasal dari MTs Nurul Islam Kampung Baru Toar, yang sekarang duduk dibangku kelas 7 adalah Togak Luan Jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori.

3.Michel Jordhan Irsyat, berasal dari MI Muhammadiyah Pebaun, yang sekarang duduk dibangku kelas 6 adalah Togak Luan Jalur Toduang biso Biso Rimbo Piako.

4.Muhammad Arkha Alvaro berasal dari MI Babussalam Cengar, yang sekarang duduk dibangku kelas 5 adalah Togak Luan Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang.

Penampilan mereka di acara kenegaraan tersebut mendapat sambutan meriah. Presiden Prabowo bahkan berdiri dan bertepuk tangan melihat aksi para penari cilik dari Kuansing tersebut. Beberapa pejabat seperti Menteri Sekretaris Negara Hadi Prasetyo dan Sekretaris Kabinet Teddy juga ikut menari bersama.


Sehelmon selaku Kepala Kantor Kemenag Kuansing, turut merasa bangga karena siswa-siswa dari madrasah bisa ambil bagian pada acara besar kenegaraan khususnya perayaan HUT ke-80 RI. Ini membuktikan bahwa siswa yang berada di madrasah mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya sehingga budaya Pacu Jalur yang telah belangsung lebih dari 100 tahun semakin dikenal oleh dunia, ujar Suhelmon.