0 menit baca 0 %

Tokoh Agama Pertanyakan Indeks KUB Riau yang Rendah

Ringkasan: Riau (Inmas) - Hasil Survey Indeks Kerukunan Umat Beragam (KUB) Tahun 2019 yang dirilis oleh  Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama RI mendapat protes keras dari Tokoh Agama Provinsi Riau. Tokoh Agama Riau mempertanyakan 'keakuratan' dari sistim survey yang dilakukan, dimana Provisni Riau bera...

Riau (Inmas) - Hasil Survey Indeks Kerukunan Umat Beragam (KUB) Tahun 2019 yang dirilis oleh  Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama RI mendapat protes keras dari Tokoh Agama Provinsi Riau.

Tokoh Agama Riau mempertanyakan 'keakuratan' dari sistim survey yang dilakukan, dimana Provisni Riau berada di peringkat empat dari bawah yang jauh dibawah skor rata-rata nasional 69,3.

Tak ayal protes langsung disampaikan pada Staf Khusus Menteri Agama RI, Wibowo Prasetya pada kegiatan Focus Group Discusion (FGD) dalam persiapan tahun toleransi 2022 yang ditaja oleh Kanwil Kemenag Riau, Sabtu malam (02/10) di Pekanbaru.  Dimana yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut adalah Pemuka dan Tokoh Agama Riau, Tokoh Masyarakat Riau terdiri dari POLDA Riau , KOREM 031 WB, PAKEM, Kanwil Kemenag Riau, FKPMR, MUI Riau, FPK Riau, Tokoh Perempuan, Kesbangpol, FKUB, LAM Riau, APRI Riau, Rumah Moderasi Beragama, Organisasi Kepemudaan, Ormas Keagamaan dan  Media Masa.

Protes keras terutama datang dari Ketua FKPMR Riau, drh Chaidir yang mempertanyakan indikator apa yang digunakan sehingga skor indek KUB di riau jadi sangat rendah.  Hasil penilaian yang dilakukan tersebut sudah menyangkut pada marwah daerah.  Selaku daerah Melayu, hasil ini sangat memalukan sekali yang jauh dari hasil yang didapat oleh Provinsi Papua Barat dengan skor 82,1 yang meraih ranking satu di Indonesia.

"Masyarakat Melayu Riau sudah dari dulu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, karena masyarakatnya yang heterogen. Riau daerah yang sangat kaya, tapi dengan kekayaan itu tidak pernah ada konflik walau kekayaan itu lebih banyak dinikmati oleh pendatang.  Melayu itu orangnya sangat terbuka terhadap siapa saja, toleransi, menghormati orang lain pendatang," katanya sembari heran ternyata dari hasil survey yang dilakukan tidak ada apa-apanya.

Menyikapi protes keras yang disampaikan tersebut, Wibowo Prasetya tidak menjelaskan panjang lebar hasil indeks yang menjadi kerisauan seluruh masyarakat Riau tersebut.  Dirinya hanya berjanji untuk informasi mendetailnya masalah ini, nanti akan ada dijelaskan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (RI)

Sebagaimana yang dimaklumi, skors Indeks KUB tahun 2019 se Indonesia tersebut adalah, Skors Indeks KUB di atas rata-rata nasional, Papua Barat: 82,1, Nusa Tenggara Timur: 81,1, Bali: 80,1, Sulawesi Utara: 79,9, Maluku: 79,4, Papua: 79,0, Kalimantan Utara: 78,0, Kalimantan Tengah: 77,8, Kalimantan Barat: 76,7, Sumatera Utara: 76,3, Sulawesi Selatan: 75,7, Sulawesi Tengah: 75,0, Jawa Tengah: 74,6, DI Yogyakarta: 74,2, Sulawesi Barat: 74,1, Sulawesi Tenggara: 73,9.

Kemudian Skors Indeks KUB di bawah rata-rata nasional adalah Jawa Timur: 73,7, Kalimantan Timur: 73,6, Gorontalo: 73,2, Kepulauan Bangka Belitung: 73,1, Lampung: 73,1, Kepulauan Riau: 72,8, Maluku Utara: 72,7, Kalimantan Selatan: 72,5, Sumatera Selatan: 72,4, Bengkulu: 71,8, DKI Jakarta: 71,3, Jambi: 70,7, Nusa Tenggara Barat: 70,4, Riau: 69,3, Banten: 68,9, Jawa Barat: 68,5, Sumatera Barat: 64,4 dan Aceh: 60,2. (mus/ana/anto/eka/faj)