0 menit baca 0 %

Tokoh Masyarakat Kerinci Kanan Senang Dengan Keberadaan Penyuluh Agama Islam di Kampungnya

Ringkasan: Siak (Inmas) - Salah satu pernyataan yang wajib untuk ditandatangani waktu mau mengikuti tes PPPK adalah pernyataan siap untuk di tempatkan dimana saja di wilayah NKRI. Hal inilah yang membuat Sahrizal, S.Sos.I siap luar dalam, siap mental dan spiritual untuk hijrah ke tempatan tugas yang telah dite...

Siak (Inmas) - Salah satu pernyataan yang wajib untuk ditandatangani waktu mau mengikuti tes PPPK adalah pernyataan siap untuk di tempatkan dimana saja di wilayah NKRI. Hal inilah yang membuat Sahrizal, S.Sos.I siap luar dalam, siap mental dan spiritual untuk hijrah ke tempatan tugas yang telah ditentukan.

Sahrizal pada awalnya merupakan penyuluh agama Islam honorer di kabupaten Indragiri Hilir dan mendapatkan tugas Tempatan di kabupaten Siak. Tidak tanggung-tanggung, Sahrizal langsung membawa keluarganya yang terdiri dari istri dan dua anak yang masih kecil untuk hijrah ke kabupaten Siak tepatnya kecamatan Kerinci Kanan.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, Sahrizal langsung bisa berbaur total dengan masyarakat kerinci kanan, khususnya masyarakat kampung Buana Bhakti karena Sahrizal mengambil tempat domisilinya di daerah tersebut. "Hijrah ke tempat baru, suasana baru, Medan binaan baru, budaya yang sama sekali berbeda serta bermacam watak dan karakter masyarakat yang tak sama membuat tantangan yang sangat menginspirasi buat saya, saya bisa berbaur langsung dengan masyarakat dan mengikuti semua kegiatan keagamaan serta budaya masyarakat yang berbeda dengan tempat saya sebelumnya”, ucap sahrizal.

H. Sunardi yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama di kampung buana bhakti juga mengungkapkan rasa senangnya kampung mereka punya penyuluh agama Islam yang bisa menyampai berbagai macam hal keagamaan, mulai dari membina pengajian masyarakat sampai menginfokan berbagai berita Aktual dari kementerian agama.

"Kami merasa sangat bangga kampung kami dipilih untuk domisili penyuluh agama, sejauh ini semenjak saya ikut transmigrasi pemerintah tahun 1982, belum saya temui ada pegawai pemerintah yang mau berbaur total duduk sama rendah bersama masyarakat, kami juga merasa terbantu dengan adanya penyuluh agama kami cepat mendapatkan informasi tentang program kementerian agama seperti info ibadah haji, kemasjidan, zakat dan lainnya”, ujar H. Sunardi.

Hal senada juga diucapkan oleh tokoh muda, Imam Mukhlasi yang merupakan pendidik Al-Qur'an di kampung tersebut, bahwa masuknya penyuluh agama di kampungnya serta ikut langsung membina santri mengaji membuat semangat lebih masyarakat untuk mengirim anaknya mempelajari Al Quran serta praktek ibadah yang dilaksanakan setelah sholat Maghrib di Masjid ataupun Mushalla. (Rz/Hd)