0 menit baca 0 %

TP 2011, Madrasah Terpadu Duri Terima Siswa Baru

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Tahun Pelajaran 2011 Madrasah Terpadu Duri untuk pertama kalinya akan menerima siswa baru untuk tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah. Untuk tahun pertama jumlah siswa baru yang akan diterima sebanyak 186 siswa terdiri dari 56 orang untuk tingkat MI, 60 orang untuk tingkat MTs...
Pekanbaru (Humas)- Tahun Pelajaran 2011 Madrasah Terpadu Duri untuk pertama kalinya akan menerima siswa baru untuk tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah. Untuk tahun pertama jumlah siswa baru yang akan diterima sebanyak 186 siswa terdiri dari 56 orang untuk tingkat MI, 60 orang untuk tingkat MTs, dan 60 orang untuk tingkat MA. Demikian diungkapkan Ka Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, didampingi Kabid Mapendais, Drs H Edwar S Umar M Ag, dan Kasi Kurikulum, Drs H Anasri, Senin (8/3) di ruang kerja Ka Kanwil. Menurut Ka Kanwil, Madrasah Terpadu Duri merupakan yang pertamanya dibangun di Riau yang memiliki spesifikasi unggulan dengan tujuan memperluas akses madrasah di daerah yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan madrasah. "Kita berupaya menyediakan Madarasah Terpadu yaitu lembaga pendidikan Madrasah Negeri setingkat MI, MTs, dan MA yang dibangun dalam satu kawasan kompleks di Kota Duri. Ini akan beroperasi pada tahun pelajaran 2011/2012," jelas Asyari Nur. Ia mengungkapkan, dasar pemikiran dibangunnya Madrasah Terpadu diatas lahan seluas 47 hektar bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan hibah dari PT. CPI mengacu pada UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Visi Kementerian Agama RI, Renstra Dirjen Pendidikan Islam, Visi dan misi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, rangka pemerataan akses pendidikan madrasah ke daerah yang memiliki basis potensi siswa yang memadai, Duri termasuk daerah potensial ditinjau dari ketersediaan penduduk usia sekolah yang beragama Islam, namun belum memiliki madrasah negeri tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Tingkat Aliyah dan terbatasnya lokasi strategis untuk pembangunan madrasah, sehingga perlu dibangun madrasah terpadu dalam satu kompleks atau kawasan. Anggaran pembangunan gedung Madrasah Terpadu Duri (MI, MTs, dan MA) dengan dana DIPA Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Tahun Anggaran 2010. Untuk tahap awal 2 kelas untuk tiap tingkatan Madrasah.Tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 3 orang Kepala Madrasah, Guru Sesuai Jumlah Mata Pelajaran Setiap Tingkatan, dan 3 orang Tenaga Administrasi. "Dana pembangunan tersedia dari DIPA Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Kemenag Kab. Bengkalis dan Dirjen Pendis Kemenag RI Jakarta, dengan rincian DIPA Kanwil Kemenag Riau Rp1 M, DIPA Bengkalis Rp945.000.000, dan DIPA Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Jakarta Rp.1 M," jelasnya. Ditambahkan, Kabid Mapendais Drs H Edwar S Umar, strategi pembangunan madrasah melibatkan person atau tokoh dari unsur masyarakat dan pemerintahan, dalam kepengurusan Yayasan Perintis atau Pendiri, Sosialisasi dan Publikasi Madrasah Terpadu Melalui Tokoh- Tokoh Berpengaruh (public opinion leader), media cetak dan elektronik, rekrutmen siswa, diutamakan penduduk tempatan, percepatan Penegerian Madrasah, pemenuhan Tenaga Pendidik dan Kependidikan berdasarkan Anaslisis Kebutuhan Kab. Bengkalis, melengkapi sarana pendidikan sesuai standar secara berkelanjutan dari partispasi APBN dan APBD, manajemen tatakelola Madrasah yang handal, dengan melengkapi struktur organisasi, implementasi dan pengembangan KTSP berbasis keunggulan daerah Duri, Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran oleh Pengawas yang kompeten. "Ada beberapa keunggulan Madrasah Terpadu, salah satunya mimiliki standar acuan minimal, sehingga sehingga upaya untuk memperbaiki mutu dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, mulai dari visi dan misi, target serta garis- garis besar standar pelaksanaan seluruh bidang kerja madrasah," ungkap Edwar. (msd)