0 menit baca 0 %

TPQ Al-Ikhlas Salo Timur Hidupkan Semangat Santri Lewat Didikan Subuh Penuh Nilai dan Keceriaan

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )---Suasana pagi Ahad (5/10/2025) di TPQ Al-Ikhlas Salo Timur terasa berbeda. Sejak subuh, para santri telah memenuhi  masjid dengan wajah ceria dan semangat menimba ilmu agama dalam kegiatan Didikan Subuh rutin yang digelar TPQ setempat.Kegiatan ini dipimpin langsung oleh kepala T...

Kampar ( Kemenag )---Suasana pagi Ahad (5/10/2025) di TPQ Al-Ikhlas Salo Timur terasa berbeda. Sejak subuh, para santri telah memenuhi  masjid dengan wajah ceria dan semangat menimba ilmu agama dalam kegiatan Didikan Subuh rutin yang digelar TPQ setempat.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh kepala TPQ Al Ikhlas Sali Timur sekaligus Humas Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Fatmi, S.Ag., M.Sy.,  Dalam penyampaiannya, Fatmi membawakan materi rukun wudhu, sunnah wudhu, dan niat wudhu dengan bahasa sederhana dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

> “Wudhu bukan hanya syarat sah shalat, tapi juga cara kita mensucikan diri dari sifat-sifat yang tidak baik. Santri yang terbiasa berwudhu dengan benar, insyaallah akan menjadi pribadi yang bersih lahir batin,” ungkap Fatmi dalam tausiahnya.

Kegiatan Didikan Subuh ini semakin meriah dengan penampilan santri yang menampilkan berbagai kemampuan, seperti azdan,  tahfidz, nasyid, dan tilawah Al-Qur’an. Setiap penampilan disambut sorakan semangat dari teman-teman mereka, mencerminkan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh makna.

Untuk menambah semangat belajar, Fatmi juga mengadakan kuis interaktif seputar materi wudhu. Santri yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan doorprize menarik, menambah keceriaan pagi itu.

Kegiatan diakhiri dengan sarapan bersama antara guru, santri, dan orang tua, menciptakan suasana kekeluargaan yang akrab dan penuh rasa syukur.

Melalui kegiatan ini, TPQ Al-Ikhlas Salo Timur terus meneguhkan komitmennya sebagai pusat pembinaan generasi Qurani, menanamkan kecintaan kepada masjid, ibadah, dan nilai-nilai Islam sejak usia dini.

> “Didikan Subuh bukan sekadar kegiatan rutin, tapi langkah kecil menuju terbentuknya generasi yang cinta Al-Qur’an dan cinta kebersihan hati,” tutup Fatmi penuh semangat.

Kontributor ( Fatmi )