0 menit baca 0 %

Tradisi Nyewu, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kerinci Kanan Pandu Pembacaan Surah Yasin

Ringkasan: Siak (Inmas)- Sabtu Malam (27/04/2024) Tradisi Nyewu merupakan tradisi acara 1000 hari setelah kematian kerabat atau anggota keluarga, sebuah tradisi suku Jawa yang dilakukan oleh keluarga yang ditinggalkan bersama masyarakat setempat. Pada umumnya acara ini akan mengundang tokoh agama untuk memimpi...

Siak (Inmas)- Sabtu Malam (27/04/2024) Tradisi Nyewu merupakan tradisi acara 1000 hari setelah kematian kerabat atau anggota keluarga, sebuah tradisi suku Jawa yang dilakukan oleh keluarga yang ditinggalkan bersama masyarakat setempat. Pada umumnya acara ini akan mengundang tokoh agama untuk memimpin upacara tersebut.

Seperti yang terlaksana malam ini, Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Kerinci Kanan Sahrizal, S.Sos.I., C.IP memenuhi undangan masyarakat untuk memimpin acara tradisi Nyewu. Sebelum memulai acara, Sahrizal, S.Sos.I, C.IP sempat menjelaskan, bahwa tradisi Nyewu merupakan asimilasi dari kepercayaan anisme dan dinamisme yang dimasuki ajaran Islam, "Dulu nenek moyang kita mempercayai bahwa roh orang yang sudah meninggal akan pulang kerumah mengunjungi keluarga pada hari ke tiga, hari ke tujuh, ke empat puluh, hari keseratus dan hari ke seribu. Dengan kepercayaan tersebut nenek moyang kita ingin menyambut kedatangan roh dengan melakukan ritual-ritual tertentu, namun setelah masuknya agama Islam, ritual-ritual yang berbau syirik dihapus dan diganti dengan lantunan ayat ayat suci Alquran seperti Surah Yasin, tahlil dan ditutup doa arwah tanpa menghilangkan tradisi pestanya" ungkap Sahrizal. Beliaupun langsung memandu pembacaan surah yasin, tahlil dan tahmid.

Menurut H. Sunardi yang merupakan tokoh masyarakat Kampung Buana Bhakti "tradisi ‘Nyewu’ yang dilakukan muslim Kampung Buana Bhakti adalah tradisi warisan leluhur, dilakukan untuk mendoakan kerabat atau nenek moyang yang sudah tiada" ungkapnya. Dalam perspektif pendidikan Islam nilai yang terkandung dalam selamatan nyewu antara lain adalah nilai akhlak terhadap orang meninggal dunia, nilai keimanan, nilai sedekah, nilai ukhuwah Islamiyah dan solidaritas serta nilai tolong menolong. (Rz/Fz)