0 menit baca 0 %

Tradisi Tepuk Tepung Tawar Warnai Pelepasan 438 Jamaah Haji Inhil Kloter BTH 07

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) - Suasana khidmat pelepasan 438 jamaah calon haji Kabupaten Indragiri Hilir yang tergabung dalam Kloter BTH 07 pada Rabu (7/5/2025) diwarnai dengan tradisi tepuk tepung tawar. Acara ini merupakan bagian dari kearifan lokal Provinsi Riau yang turut menyertai keberangkatan para ta...

Tembilahan (Kemenag) - Suasana khidmat pelepasan 438 jamaah calon haji Kabupaten Indragiri Hilir yang tergabung dalam Kloter BTH 07 pada Rabu (7/5/2025) diwarnai dengan tradisi tepuk tepung tawar. Acara ini merupakan bagian dari kearifan lokal Provinsi Riau yang turut menyertai keberangkatan para tamu Allah ke tanah suci.

Prosesi tepuk tepung tawar secara simbolis diwakili oleh jamaah haji tertua dan termuda dari Kloter BTH 07. Nur Alfiyyah Khairiyyah binti M. Yusuf, jamaah termuda berusia 21 tahun dari Kecamatan Kuala Enok, dan Muhammad Noor Udis bin Udis Santot, jamaah tertua berusia 84 tahun dari Kecamatan Tembilahan Kota, menjadi perwakilan dalam tradisi ini.

Pelaksanaan tepuk tepung tawar dilakukan oleh para pejabat yang hadir, diawali oleh Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini. Kemudian, secara berurutan diikuti oleh Ketua DPRD, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Indragiri Hilir, H. Harun, Ketua MUI dan ditutup oleh seorang tokoh agama yang sekaligus memanjatkan doa keselamatan bagi seluruh jamaah haji.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Yuliantini menyampaikan harapannya agar tradisi ini membawa keberkahan dan keselamatan bagi para jamaah selama menjalankan ibadah haji.

"Tepuk tepung tawar ini adalah bagian dari budaya kita, sebagai simbol harapan agar para jamaah senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menunaikan rukun Islam yang kelima," ujarnya.

Sementara itu, Kakankemenag Inhil, H. Harun, menambahkan bahwa tradisi tepuk tepung tawar menjadi pengingat akan kekayaan budaya daerah yang turut mengiringi perjalanan spiritual para jamaah.

"Kita berharap, dengan restu dan doa dari seluruh masyarakat, para jamaah haji kita dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dengan selamat serta membawa predikat haji mabrur," pungkas H. Harun.

Prosesi ini menambah kekhusyukan acara pelepasan, menyatukan antara nilai-nilai agama dan tradisi luhur daerah dalam mengiringi keberangkatan calon jamaah haji Inhil.  (Ria)