0 menit baca 0 %

TUJUH PENGAWAS KEMENAG KOTA PEKANBARU IKUTI PELATIHAN ASESOR

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas), Pada hari (26/09) kemarin walaupun hari libur, tujuh orang Pengawas Kementerian Agama Kota Pekanbaru mengukuti pelatihan Asesos sekolah/ madrasah. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Uji Kompetensi Asesor yang telah diadakan pada beberapa waktu yang lalu.

Pekanbaru (Inmas), Pada hari (26/09) kemarin walaupun hari libur, tujuh orang Pengawas Kementerian Agama Kota Pekanbaru mengukuti pelatihan Asesos sekolah/ madrasah. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Uji Kompetensi Asesor yang telah diadakan pada beberapa waktu yang lalu. Dari 214 orang asesor BAN S/M yang mengikuti Uji Kompetensi, hanya terjaring 79 orang Asesor yang layak dan memenuhi syarat kelulusan Uji Kompetensi. "Seharusnya kuota untuk Riau itu, 90 orang. Namun oleh karena hanya 79 orang nilainya yang mencapai target, maka hanya 79 orang yang lulus". Demikian dikutip ucapan ketua BAN S/M Provinsi Riau, bapak Zudi Santosa, SH, M.Ed. Pada pidato pembukaan pelatihan dimaksud. Pelatihan ini bertujuan mengsosialisasikan dan memberi pemahaman yang akurat kepada asesor untuk melaksanakan visitasi kelapangan menggunakan instrumen yang baru, yang dikenal dengan istilah IASP (Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan)

Dari tujuh pengawas Kemenag tersebut, tiga diantaranya adalah pengawas PAIS dan empat pengawas Madrasah. Tiga orang pengawas PAIS tersebut adalah Dra. M. Nazona, M.Pd.I, Evayana, M.Pd.I dan Nurhasanah M.Pd.I. sedangkan empat orang Pengawas Madrasah Dra. Hj. Eliwarti, Zahroti Musanif, SE., Ariadi Iskandar, M.Pd dan Aswin, S.Pd.

"Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 27 September 2020 hingga tanggal 01 Oktober 2020 dan dilaksanakan mulai pukul 07.30 hingga pukul 17.00 WIB. Walaupun jadwal sangat padat, namun rekan-rekan sangat bersemangat. Semoga demikian sampai hari terakhir". Ungkap Nurhasanah, salah seorang peserta.

Pada kegiatan ini, tim asesor tidak hanya mendapatkan materi, namun juga akan diadakan diskusi, praktek dan uji coba karena butuh pemahaman dan kerja keras asesor untuk mencerna dan mengaplikasikan instrumen IASP dilapangan sehingga penilaian akreditasi sekolah dan madrasah dapat berjalan dengan baik dan akurat. (M. Nazona/ Idris)