Tumbuhkembangkan Minat Generasi Muda, Kemenag Tajah Lomba Rebana
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Festival Rebana Antar Kabupaten se Riau akan memeriahkan pekan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau. Acara tersebut direncanakan akan berlangsung pada 7- 8 Februari 2011 di Halaman Kanwil Kemenag Riau jalan S...
Pekanbaru (Humas)- Festival Rebana Antar Kabupaten se Riau akan memeriahkan pekan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau. Acara tersebut direncanakan akan berlangsung pada 7- 8 Februari 2011 di Halaman Kanwil Kemenag Riau jalan Sudirman Pekanbaru.
Ketua Panitia Penyelenggara yang juga merupakan Kepala Seksi (Kasi) Tamaddun dan Penyiraran pada Bidang Penamas Kanwil Kemenag Riau, Drs Asril, Rabu (26/1) di ruang kerjanya mengatakan, selain untuk meramaikan pekan Maulid Nabi 1432 H/ tahun 2011 M kegiatan tersebut juga sebagai upaya untuk menjalin silaturrahmi dan memupuk kecintaan masyarakat pada kesenian Islami Rebana.
"Salah satu upaya untuk menarik atau membangun spirit dan minat generasi mudah terhadap kesenian bernuansa Islami seperti Rebana adalah dengan menggelar festival rebana antar kabupaten dan kota se Riau. Dimana setiap kabupaten dan kota mengirimkan satu atau dua gurup rebananya," jelas Asril.
Asril menambahkan, alasan dipilihnya kesenian rebana dalam meramaikan Pekan Maulid karena banyak hikmah yang bisa diambil dalamnya. Selain yang disebutkan tadi, dengan festival ini dapat menanamkan keimanan, menumbuhkan minat, motivasi penghayatan nilai keagaman, melestarikan seni budaya bangsa Indonesia yang Islami, menumbuhkan dan menanamkan rasa kebangsaan serta cinta tanah air di kalangan generasi muda. Dan yang terpenting adalah salah satu sarana mewujudkan visi Kemenag untuk melahirkan generasi yang Islami.
"Semoga saja kegiatan ini dapat menyuburkan kembali cinta generasi muda terhadap kesenian bernuansa Islami. Karena selama ini yang kita lihat, kesenian Islami seperti Rebana pada umumnya hanya digandrungi oleh kaum ibu-ibu," harapnya. (msd)