0 menit baca 0 %

Umrah Gunakan Skema One Gate Policy, Jamaah Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Ringkasan: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA didampingi Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Drs. H. Syahrudin, M. Sy mengikuti Rapat Koordinasi SATGAS Covid - 19 Prov Riau dengan SATGAS  Covid - 19 Kab/Kota  se Prov Riau secara Virtual, Selasa (18/1/22) bertempat di Bala...

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA didampingi Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Drs. H. Syahrudin, M. Sy mengikuti Rapat Koordinasi SATGAS Covid - 19 Prov Riau dengan SATGAS  Covid - 19 Kab/Kota  se Prov Riau secara Virtual, Selasa (18/1/22) bertempat di Balai Serindit Aula Gubernuran.

Dalam penyampaiannya kepada Gubernur Riau, Forkopimda dan Kepala Daerah Se – Riau, Ka. Kanwil mengatakan bahwa pemberangkatan jamaah umrah asal Indonesia tidak akan diberhentikan. Kementerian Agama memastikan bahwa proses keberangkatan jamaah umrah akan tetap menerapkan skema kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP).

“Alhamdulillah kita sudah bisa memberangkatkan Jamaah Umrah perdana setelah terhenti karena pandemic Covid – 19 sejak Maret 2020. Hingga hari ini sudah 221 orang jamaah umrah Riau yang diberangkatkan, dan yang diagendakan untuk keberangkatan berikutnya berjumlah 436 orang. Meskipun begitu kita tetap memantau dan memastikan yang berangkat tersebut menjaga protokol kesehatan dengan sebaik – baiknya. Jangan ada jamaah yang terpapar karena akan berpengaruh pada factor lainnya”.

Lebih lanjut Mahyudin menambahkan, bagi jamaah umrah yang melaksanakan ibadahnya akan melalui proses karantina terlebih dahulu baik di Arab Saudi maupun di Tanah Air.

“sesuai dengan Keputusan Satgas Covid – 19, pelaku yang melakukan perjalanan luar negeri akan menjalani proses karantina. Saat keberangkatan akan diberlakukan Karantina selama 1 hari di Pondok Gede (Asrama Haji) dan Karantina selama 3 hari di Saudi Arabia sebelum melaksanakan umrah. Sedangkan Saat kepulangan di Bandara Soekarno-Hatta langsung disediakan bus khusus menuju hotel yang sudah dipersiapkan dan akan mengikuti Karantina selamat 7 hari di Hotel Jakarta (Tangerang dan Bekasi). masih belum mendapatkan persetujuan dari Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 mengenai tempat terpusat pelaksanaan karantina, proses komunikasi terus dilakukankarena biayanya juga lebih murah dibanding tempat lain ”.

Sementara itu Gubernur Riau Drs H Syamsuar M.Si, membeberkan beberapa cara untuk mengantisipasi penularan varian omicron yang telah masuk ke tanah air. Dengan begitu, Provinsi Riau sudah siap dengan kemungkinan jika terjadi lonjakan kasus di Bumi Lancang Kuning ini.

Adapun upaya yang telah dilakukan ialah mempersiapkan rumah sakit rujukan, tempat isolasi mandiri terpadu, rekam medis, oksigen, hingga obat-obatan.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Riau tersebut dihadiri Wakil Gubernur Riau, Kapolda Riau, Danrem 031 Wirabima, Asisten I Sekda Prov. Riau, Kabida Riau dan Undangan Lainnya. (ana)