Kuansing (Kemenag)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Pegawai yang diikuti oleh Kepala Madrasah Negeri, Penghulu, Penyuluh, dan Pengawas Madrasah. Kegiatan ini digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kuantan Singingi pada hari Selasa (12/08/2025).
Sebagai bentuk keseriusan dalam peningkatan integritas, profesionalisme, serta loyalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi mengundang langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi serta Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Riau, Fakhri untuk memberikan pembinaan.
Dalam sambutannya, Suhelmon mengucapkan selamat datang kepada Kakanwil Kemenag Provinsi Riau beserta rombongan. “Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Bapak Kakanwil beserta jajaran yang telah menyempatkan hadir di Kabupaten Kuantan Singingi. Kehadiran Bapak menjadi motivasi dan semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ASN di lingkungan Kementerian Agama,” ungkap Suhelmon.
Beliau juga mengajak rombongan Kakanwil untuk menikmati suasana budaya khas daerah dengan menyaksikan salah satu event budaya terbesar di Kuansing, yaitu Pacu Jalur yang saat ini tengah berlangsung di Kecamatan Kuantan Hilir, tepatnya di Lubuk Sobae, Desa Baserah. “Jika Bapak dan rombongan berkesempatan dan memiliki waktu luang nanti, mari kita saksikan dan ramaikan event Pacu Jalur. Ini adalah bagian dari kearifan lokal yang mempererat persaudaraan dan persatuan masyarakat,” tambah Suhelmon.
Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, Muliardi menjelaskan bahwa pemerintah telah memberikan perhatian serius terhadap penguatan ASN Kementerian Agama melalui berbagai jalur penerimaan seperti CPNS, PPPK Tahap 1 dan Tahap 2, serta optimalisasi formasi. Oleh karena itu penting bagi ASN Kementerian Agama untuk menerapkan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama: Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan.
“Komitmen dan integritas itu semacam nawaitu, apa yang diniatkan itulah yang kita laksanakan. Ketika kita memiliki niat yang sama, meski jalan berbeda, tujuannya tetap satu. Tapi jika niatnya berbeda sejak awal, meski berjalan berdampingan, ujungnya tidak akan pernah bertemu. Maka dari itu, dalam bekerja harus ada kesamaan niat dan komitmen,” ujar Muliardi.
Lebih lanjut, Muliardi mengingatkan bahwa tugas dan fungsi KUA tidak hanya sebatas menikahkan orang, ASN yang bertugas di KUA harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi serta mampu membaca dinamika masyarakat. “KUA bukan hanya tempat untuk menikah, fungsi KUA jauh lebih luas, termasuk didalamnya membina kehidupan keagamaan masyarakat dan menjawab isu sosial keagamaan yang berkembang,” ucapnya.
“Cintai lembaga ini. Jangan sampai karena satu dua persoalan kecil, kita menjadi tidak peduli. ASN Kementerian Agama harus peka terhadap isu-isu yang berkembang, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik. Komunikasi yang tidak tepat dapat menimbulkan gesekan, dan ini harus kita hindari,” pungkas Muliardi. (Gs)