0 menit baca 0 %

Upacara Hari Santri di Riau Berlangsung Semarak

Ringkasan: Pelalawan (Inmas)- Upacara Hari Santri Tahun 2021 di Provinsi Riau berlangsung semarak walau diwarnai dengan hujan gerimis. Sekitar seribu santri tetap semangat menampilkan atraksinya dalam event yang bertemakan Santri Siaga Jiwa Raga, Jumat (22/10) di Lapangan Upacara Kantor Bupati Pelalawan.Bertin...

Pelalawan (Inmas)- Upacara Hari Santri Tahun 2021 di Provinsi Riau berlangsung semarak walau diwarnai dengan hujan gerimis. Sekitar seribu santri tetap semangat menampilkan atraksinya dalam event yang bertemakan Santri Siaga Jiwa Raga, Jumat (22/10) di Lapangan Upacara Kantor Bupati Pelalawan.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Gubernur Riau H Syamsuar M SI dengan dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA beserta jajaran, Bupati Pelalawan H Zukri dan jajaran, FKPP Riau, Polada Riau, Kakankemenag Pelalawan dan jajaran, Kyai, Pimpinan Pondok Pesantren dan Alim Ulama.

“Seperti harapan Presiden, Wakil Presiden dan Menteri Agama, pondok pesantren di riau harus mampu mempersiapkan dan melahirkan Santripreneur (mampu berwirausaha). Sehingga saat selesai belajar di pondok, mereka bisa menjadi kader ulama, menjadi wirausaha dan anak banga yang membanggakan,” ungkap Gubri usai upacara.

Hal senada juga diungkapkan Kakanwil Kemenag Riau, Undang Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren menunjukkan, bahwa pondok pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tapi juga fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

“Dengan peringatan hari santri dapat dimaknai oleh pimpinan pondok untuk meningkatkan potensi yang ada di pondok pesantren. Dan menjadikan Santripreneur sebagai program utama, sehingga saat santri selesai mengecap pendidikan di pondok, bisa menjadi wiraswasta yang mandiri,” harapnya.

Sementara itu, dalam sambutan tertulis Menteri Agama yang dibacakan oleh Gubernur Riau, sangat mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi covid 19 ini. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi Covid-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimiliki.

Menurutnya, pesantren memiliki modal utama dalam menghadapi tantangan, yaitu tradisi dan sikap kehati-hatian, yang selama ini diajarkan oleh para kiai kepada santri-santrinya. Keteladanan para kiai berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan oleh pemerintah.

Pada kesempatan itu, Menag juga mengajak para santri dan seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Hari Santri tidak terlepas dari perjuangan mereka yang pada 22 Oktober 1945 menerbitkan Resolusi Jihad di bawah komando Hadratusy-Syaikh Hasyim Asy'ari.

"Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahun umat muslim Indonesia rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri," ujarnya.

Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, pesantren kembali mendapatkan 'kado indah' dari Presiden Joko Widodo. Kado itu adalah Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Perpres ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren. Setelah dua tahun sebelumnya, yaitu jelang peringatan Hari Santri 2019, kaum santri juga mendapatkan 'kado istimewa' berupa pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. (mus)