Kuansing (Kemenag) - Pada Selasa 4 Februari 2025 Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya melalui Penyuluh Agama Islam (PAI) aktif mengoordinasikan lokasi dan jadwal penyuluhan keagamaan guna memberantas buta aksara Al-Qur'an di kalangan masyarakat. Juga di SMA Negeri 2 Sentajo Raya. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur'an, serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
PAI Sentajo Raya telah menetapkan beberapa lokasi strategis untuk pelaksanaan penyuluhan, antara lain:
1. Kelas 10 Setiap Senin dan Rabu pukul 16.00-17.30 WIB.
2. Kelas 11 Setiap Selasa dan Kamis pukul 16.00-17.30 WIB.
3. kelas 12 Setiap Jumat pukul 14.00-15.30 WIB.
Kali ini Penyuluh Agama Islam Kantor KUA Kecamatan Sentajo Raya Muhammad Ridwan Jusniwati, Sapri Marlian, dan Muhammad Isam diterima oleh kepala Tata Usaha SMA Negeri 2 Sentajo Raya Afrizal di ruangan kepala sekolah yang kebetulan ada dinas luar ke kota Pekanbaru.
" Dalam pada itu Jadwal ini disusun untuk memastikan aksesibilitas bagi berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa," ungkap Ridwan.
" Penyuluhan difokuskan pada pengajaran membaca Al-Qur'an dengan metode yang mudah dipahami, seperti metode Iqro' dan tilawah," tambahnya. Selain itu, materi penyuluhan mencakup:
Tajwid dasar, yaitu memahami hukum bacaan dalam Al-Qur'an.
Tahsin, yaitu Perbaikan cara membaca untuk meningkatkan kefasihan.
Tafsir Sederhana, yaitu Memahami makna ayat-ayat pendek untuk pengamalan sehari-hari.
" Inilah tiga materi yang akan kita ajarkan kepada siswa SMAN 2 Sentajo Raya," jelas Ridwan.
Untuk memperluas jangkauan program, PAI Sentajo Raya bekerja sama dengan berbagai lembaga lokal, seperti:
TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an): Memberikan pelatihan kepada para pengajar untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
Majelis Taklim: Mengadakan sesi khusus bagi ibu-ibu untuk belajar membaca Al-Qur'an.
Sekolah: Mengintegrasikan program baca tulis Al-Qur'an dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Meskipun program ini telah berjalan dengan baik, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan tenaga pengajar dan fasilitas pendukung.Â
" Namun, dengan semangat dan dedikasi, PAI Sentajo Raya optimis dapat memberantas buta aksara Al-Qur'an di wilayahnya," tekadnya optimis.
Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. Dengan demikian, tujuan untuk menciptakan generasi yang melek Al-Qur'an dan berakhlak mulia dapat terwujud.(RDW).