0 menit baca 0 %

URH : Shalatlah Sebelum Dishalatkan

Ringkasan: Kuansing (Inmas) Dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, Gerakan Shubuh Berjamaah (GSB) Kamang Baru menggiatkan kegiatan-kegiatan ibadah, salah satunya ialah menggiatkan shalat Shubuh berjamaah bagi umat muslim bertempat di Masjid Nurul Jadid, Jorong Batang Kariang, Nagari...

Kuansing (Inmas) Dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, Gerakan Shubuh Berjamaah (GSB) Kamang Baru menggiatkan kegiatan-kegiatan ibadah, salah satunya ialah menggiatkan shalat Shubuh berjamaah bagi umat muslim bertempat di Masjid Nurul Jadid, Jorong Batang Kariang, Nagari Kamang, Kab. Darmasyraya, Prov. Sumatera Barat, Ahad (18/02/2024). 


Bersempena dengan kegiatan Gerakan Shubuh Berjamaah ini, Penyuluh Agama Islam Kec. Kuantan Mudik, Ustadz Riyon Hartono (URH) diundang pada kegiatan tersebut. URH dihubungi oleh Ketua GSB Kamang Baru untuk memberikan tausiyah bakda Shubuh pada kegiatan Gerakan Shubuh Berjamaah itu. 


"Shalatlah sebelum dishalatkan," demikian tema yang diketengahkan oleh URH dihadapan ratusan jama'ah yang menunaikan shalat berjamaah Shubuh itu. "Bapak, Ibu, jama'ah Shubuh yang berbahagia. Mungkin kita sering mendengar nasehat ini, shalatlah sebelum dishalatkan. Karena kita hidup di dunia ini sesungguhnya adalah menunggu waktu shalat," kata URH memulai tausiyah. 


Sampai saat ini, masih banyak diantara kita umat Islam yang masih melalaikan shalat. Bahkan belum melaksanakan shalat secara benar yang sesuai dengan firman Allah dan hadist Nabi Muhammad SAW. Kenapa demikian? Jawabannya tentu beragam dan bermacam-macam pula sesuai dengan seleranya masing-masing. 


Padahal shalat sebagai bentuk pembuktian ketundukan dan penghambaan diri terhadap Allah SWT. Disisi lain juga bisa dikatakan bahwa shalat sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat dari Allah Yang Maha Besar.  Seperti nikmat penciptaan makhluk. Maksudnya, Allah telah menjadikan manusia dengan bentuk yang paling sempurna, sehingga tak seorang pun berharap diciptakan dengan seburuk bentuk. 


URH menerangkan, "Yang jelas ibadah shalat memiliki kedudukan yang utama dalam keseluruhan ibadah kepada Allah. Dari beberapa hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang kedudukan shalat dapat disimpulkan ; shalat merupakan “mi’rajul mukminin” (mikrajnya orang-orang beriman). Shalat sebagai tiangnya agama, barangsiapa menegakkan shalat berarti telah menegakkan agama, dan barangsiapa meninggalkan shalat berarti merusak agama." 


"Shalat sebagai amal ibadah yang membedakan antara umat Islam dan orang kafir. Shalat juga merupakan ibadah yang pertama dihisab (diperhitungkan) di yaumil qiyamah (hari kiamat)," secara detail dan rinci Ustadz Riyon Hartono menjelaskan keutamaan-utamaan shalat bagi umat Islam kepada jama'ah yang meramaikan Gerakan Shubuh Berjamaah kali ini. Turut hadir pada kegiatan shubuh itu, Ketua GSB Kamang Baru, dan ketua MUI Kamang Baru, Heranto Ali, S.Ag. (YZG)