0 menit baca 0 %

Usai Laksanakan Upacara HAB Ke-77, Kakan Kemenag Kampar Serahkan Langsng Satyalancana Karya Satya Kepada 80 Orang Pegawai

Ringkasan: Kampar (Inmas) Usai melaksanakan Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-75 tahun 2021, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, didampingi Kepala Subbag Tata Usaha H Fuadi Ahmad SH MAB, menyerahkan langsung Penganugrahan Tanda Kehormatan Saty...

Kampar (Inmas) – Usai melaksanakan Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-75 tahun 2021, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, didampingi Kepala Subbag Tata Usaha H Fuadi Ahmad SH MAB, menyerahkan langsung Penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 80 orang Pegawai yang berada dalam naungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, hari selasa (05/01/2020) di halaman Kantor Kemenag Kampar.


80 orang Pegawai Kemenag Kampar tersebut, 1 orang pegawai mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 30 tahun, 24 orang mendapat tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 tahun dan 55 orang Pegawai Kemenag Kampar mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 tahun.


Dalam penyerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya tersebut Alfian mengucapkan selamat kepada seluruh Pegawai yang mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Semoga dengan mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya ini, kinerja kita untuk mengabdi kepada Negara tercinta Indonesia ini semakin meningkat, terutama di Kementerian Agama yang sama-sama kita banggakan ini.


Kemudian Alfian juga mengucapkan selamat Hari Amal Bhkati Kementerian Agama yang ke75. Semoga Kementerian Agama yang usianya sudah tidak muda lagi ini, bisa terus berbuat untuk kemaslahatan ummat. Mari kita terus bersemangat, dengan menerapkan 3 kunci Semangat Kementerian Agama baru yakni, Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan. 


Kedua, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. Kemudian yang Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan, pungkas Alfian. (Ags/Usm/Ftm)