Kampa ( Kemenag )---Setelah hiruk pikuk kemeriahan Muharram Fair 2025 yang berlangsung meriah dan penuh semangat, suasana berubah menjadi hening dan khusyuk pada Jumat (25/7). Keluarga besar MAN 4 Kampar menunjukkan wajah lain dari madrasah: penuh empati dan kasih, dengan hadir dalam Haul ke-5 almarhum H. Samsuar, ayahanda dari Fitriyanti S., S.E., guru Ekonomi di madrasah.
Bertempat di Dusun Tanjung Alai, Desa Kampa, acara haul ini berlangsung sederhana namun penuh makna. Dalam suasana yang jauh dari sorotan panggung, doa-doa lirih dan silaturahmi tulus menjadi jembatan yang menguatkan hati seorang guru yang sedang berduka.
Sejumlah guru dan tenaga kependidikan MAN 4 Kampar tampak hadir, menyisihkan waktu di tengah kepadatan kegiatan madrasah. Kehadiran mereka bukan semata rutinitas sosial, tetapi ekspresi keikhlasan, persaudaraan, dan kepedulian yang menjadi budaya hidup di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., turut hadir dan menyampaikan rasa bangganya atas sikap kekeluargaan para guru dan pegawai.
“Haul ini bukan hanya untuk mengenang yang telah pergi, tapi juga menjadi cermin bahwa kita adalah satu keluarga. MAN 4 Kampar selalu berusaha menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian, bukan hanya di kelas, tapi dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Dalam suasana haru, Fitriyanti S., S.E., sang tuan rumah, menyampaikan rasa terima kasih mendalam.
“Saya benar-benar tersentuh. Teman-teman hadir meski baru saja menyelesaikan kegiatan besar. Doa dan pelukan hangat mereka menjadi penguat bagi saya dan keluarga. Ini tidak akan saya lupakan,” ungkapnya dengan mata berkaca.
Haul ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah bukan hanya tempat mendidik ilmu, tapi juga tempat menumbuhkan jiwa. Di MAN 4 Kampar, suka dan duka dihadapi bersama, menjadikan madrasah sebagai rumah kedua yang hangat, mendalam, dan manusiawi.(kj/Fatmi)