Arafah (Kemenag) --- Wukuf mengajarkan nilai persaudaraan, kesetaraan, dan kebersamaan yang relevan untuk kehidupan berbangsa. Arafah adalah miniatur mahsyar. Di tempat ini umat manusia berkumpul dengan pakaian yang sama, berwarna putih sebagai lambang kesucian dan kesetaraan hamba di hadapan Tuhannya. Demikian sebagian inti khutbah wukuf yang disampaikan khatib Ahmad Ghazali.
Khutbah ini juga mengajak kita, baik yang sedang berhaji maupun di tanah air, untuk meneladani nilai-nilai luhur haji guna memperkuat ukhuwah dan semangat kebangsaan, di tengah tantangan perpecahan dan individualisme
"Pangkat tak lagi berguna. Jabatan tak lagi digdaya. Status sosial tak lagi berfaedah. Semua manusia dikumpulkan di padang Mahsyar dengan penuh harap cemas, menanti hisab amal perbuatannya. Di hari itu, harta, anak, suami, istri, dan sanak saudara tak lagi mampu menjadi sandaran".
Terakhir mari kita doakan pemimpin-pemimpin untuk amanah menjalankan tugas dan negara, Indonesia menjadi aman dan damai selalu terjaga kedaulatannya.
Sementara itu Ketua BTH 04 Asynul mengatakan semua jemaah haji telah melaksanakan wukuf dan dalam keadaan sehat wal afiat.
"Alhamdulillah, hari ini kami telah melaksanakan wukuf di padang arafah, alhamdulillah semua jamaah dalam keadaan sehat wal afiat".
Asynul juga mengatakan usai wukuf, jemaah akan didorong menuju musdalifah dan mina.
"Jemaah BTH 4 didorong menuju musdalifah setelah sholat magrib, dengan mengutamakan jemaah hang masuk dalam program murur, lansia dan risti serta jamaah kursi roda. Dengan adanya murur dapat mengurai mobilitas kepadatan musdalifah. semoga pelaksanaan ibadah haji kita berjalan lancar mendapatkan haji mabrur dan mabrurah".Â