Riau (MUI) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Siak menggelar kegiatan pembinaan khatib dan da’i se-Kecamatan Siak dan Mempura, Selasa (30/9/25). Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Wanita Jl. Raja Kecik, Siak, menghadirkan Dr. H. M. Fakhri, M.Ag., selaku narasumber dengan materi Fiqh Dakwah di Masa Sekarang.
Dalam pemaparannya, Ustadz Fakhri—sapaan akrabnya yang juga Kabid Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Riau—menyampaikan bahwa dakwah masa kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
“Tantangan pertama adalah ancaman terhadap kerukunan. Kerukunan ini tidak hanya sebatas hubungan antar manusia, tetapi juga mencakup hubungan dengan Tuhan dan dengan alam. Jika hal ini terganggu, maka akan berpengaruh besar pada harmoni kehidupan beragama dan bermasyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tantangan kedua, yaitu problematika rumah tangga. Menurutnya, angka stunting yang masih tinggi, tingginya angka kelahiran, tingginya prevalensi kekerasan terhadap perempuan, hingga tingginya angka perceraian menjadi pekerjaan rumah bersama para pendakwah.
“Para da’i harus mampu memberikan layanan pembinaan keluarga sakinah dengan menyediakan pendampingan yang berkesinambungan—dimulai sejak remaja, masa awal pernikahan, hingga menjaga ketahanan keluarga di usia dewasa. Dakwah bukan hanya di mimbar, tetapi juga masuk ke ranah pembinaan keluarga,” ujarnya.
Tantangan ketiga yang disoroti Ustadz Fakhri adalah kemiskinan, yang menurutnya terbagi dalam tiga kategori, yakni kemiskinan natural, kultural, dan struktural.
“Kemiskinan bisa diatasi melalui pemberdayaan zakat, wakaf, dan infak/sedekah. Inilah potensi besar umat yang harus dikelola dengan baik sehingga dakwah benar-benar mampu membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan pembinaan ini disambut positif oleh para khatib dan da’i. Diharapkan melalui forum ini, para pendakwah semakin terarah dalam menyampaikan pesan dakwah yang relevan dengan tantangan zaman, sekaligus menjadi penggerak kebaikan di tengah masyarakat Siak dan sekitarnya.