Kuansing ( Kemenag ) - Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik yang juga seorang pendakwah, Ustadz Riyon Hartono (URH) menyampaikan khutbah Jum'at dengan tema Menghilangkan kefakiran dengan berkurban. Dalam penjelasannya Riyon Hartono menjelaskan kurban merupakan ibadah yang paling ditunggu umat Islam saat hari Raya Idul Adha. Ibadah yang hanya dilakukan setahun sekali ini menjadi momen penting untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Para ulama menjelaskan bahwa menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha lebih utama dari pada sedekah yang senilai atau seharga dengan hewan kurban, atau bahkan lebih baik dari itu. Berkurban dan aqiqah, semuanya lebih baik dari pada sedekah dengan uang senilai hewan yang disembelih," kata Ustadz Riyon Hartono saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Babussalam, Desa Koto Cengar Kenegerian Cengar, Jumat (07/06/2024).
"Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat muslim pada Hari Raya Idul Adha. Ibadah ini melibatkan penyembelihan hewan yang kemudian dagingnya didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan. Banyak yang percaya bahwa ibadah kurban dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi masalah kemiskinan umat. Namun, sebelum memahami hubungan tersebut, penting untuk memahami esensi dan tujuan di balik ibadah kurban itu," ujar Riyon Hartono.
Dalam lanjutan khutbahnya, Ustadz Riyon Hartono juga menyampaikan bahwa ibadah kurban memiliki dua arti penting. Pertama, aspek ibadah yang melibatkan pengorbanan hewan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Ini adalah bagian penting dalam meningkatkan kesadaran dan ketakwaan individu muslim. Kedua, aspek sosial yang menekankan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Dalam konteks ini, ibadah kurban memiliki potensi besar dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan umat.
Pada Hari Raya Idul Adha, banyak hewan kurban disembelih, dan dagingnya didistribusikan kepada keluarga yang membutuhkan. Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial dalam komunitas, tetapi juga menciptakan kesempatan untuk memperluas jaringan sosial yang dapat membantu mengurangi isolasi dan keterbatasan sumber daya bagi mereka yang miskin," tutup Ustadz Riyon Hartono. (YZG)