Bantan (Kemenag) – Dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan generasi muda, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Bantan Ustadzah Mardiana menggelar kegiatan penyuluhan langsung kepada remaja yang dipusatkan di Masjid Raudhotul Ulum Minggu, (31/08/2025) dari pukul 07.00 WIB hingga menjelang masuk waktu Zuhur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Maghrib Mengaji" yang telah menjadi agenda seorang Penyuluh Agama Islam di wilayah binaannya. Melalui pendekatan konsisten dan penuh dedikasi ustadzah Mardiana secara langsung terus membimbing anak-anak dari jenjang membaca Iqro hingga Al-Qur’an, sesuai dengan kemampuan mereka.Â
Sejak pagi Masjid Raudhotul Ulum tampak ramai dengan antusiasme para santri cilik yang datang dengan semangat tinggi untuk menikmati setiap sesi pembelajaran dari Ustadzah Mardiana mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, pelafalan yang benar, hingga pembacaan ayat-ayat pendek Al-Qur’an dengan tajwid yang sesuai.
“Alhamdulillah, anak saya sekarang sudah bisa membaca Iqro Jilid 3. Terima kasih kepada Ustadzah Mardiana yang sabar dan ikhlas membimbing anak-anak kami,” ujar salah satu orang tua santri yang hadir mendampingi.Â
Ucapan terima kasih dan apresiasi juga disampaikan oleh para wali santri lainnya, yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran ustadzah Mardiana selaku Penyuluh Agama Islam Kec. Bantan di tengah-tengah masyarakat.
Ustadzah Mardiana yang dikenal aktif turun langsung ke masyarakat menyampaikan bahwa kegiatan yang dilkaukannya ini adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai Penyuluh Agama Islam. Ia berharap agar anak-anak binaannya tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mencintainya serta menjadikannya pedoman hidup sejak dini.
“Saya ingin anak-anak ini tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang cerdas secara spiritual. Belajar Al-Qur’an sejak kecil adalah pondasi penting dalam membangun karakter yang kuat,” ujarnya.
Sementara Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan H. Nasuha turut mengapresiasi langkah-langkah penyuluhan yang dilakukan oleh Ustadzah Mardiana H. Nasuha juga menegaskan bahwa Kantor KUA akan terus mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang sifatnya menyasar langsung kepada masyarakat khususnya generasi muda.
“Kami sangat bangga dengan kerja keras Ustadzah Mardiana. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berkembang di desa-desa lain di Kecamatan Bantan. Anak-anak adalah aset masa depan umat. Dengan Al-Qur’an, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang mulia dan berakhlak,” Ungkap H. Nasuha.
Orang tua santri terus berharap agar kegiatan seperti ini dapat berlangsung secara rutin. Mereka juga meminta agar pembinaan dilanjutkan hingga anak-anak mampu mengkhatamkan Al-Qur’an. Terdapat beberapa orang tua santri bahkan menyatakan kesiapannya untuk menyediakan tempat belajar tambahan, sebagai bentuk dukungan terhadap program keagamaan di desa mereka.
Ustadzah Mardiana menjawab “Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Kec. Bantan. Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pendidikan Al-Qur’an anak-anak kita dengan menyediakan waktu dan fasilitas belajar di rumah maupun lingkungan Masjid. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Anak-anak ini harus kita jaga dan kita bimbing. Insya Allah, dengan Al-Qur’an mereka akan selamat dunia dan akhirat”.
Kepala KUA Kec. Bantan H. Nasuha berharap agar sinergi antara pihak KUA, Penyuluh Agama Islam, Masyarakat dan orang tua semakin kuat dalam mendukung program pembinaan keagamaan. Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah generasi sangat ditentukan oleh pendidikan agama mereka sejak dini.