Pelalawan — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan
Pelalawan kembali hadir dalam kegiatan pembinaan masyarakat melalui pengajian
rutin. Kali ini, pembinaan dilakukan dalam rangkaian Pengajian Rutin Bulanan
Permata Miftahul Hidayah Desa Sering yang diselenggarakan pada Kamis 11/09/2025 di
Masjid Nurul Ikhlas Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, mulai pukul 13.30 WIB.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda keagamaan yang secara konsisten digelar
setiap bulan sebagai upaya memperkuat keimanan, meningkatkan pemahaman agama,
sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Pengajian bulanan tersebut mendapat
sambutan hangat dari masyarakat. Hadir dalam kegiatan antara lain Ketua PKK
Desa Sering Ibu Jusmira, perangkat desa, pengurus Masjid Nurul Ikhlas,
staf KUA Kecamatan Pelalawan, serta pengurus dan anggota kelompok perwiridan
se-Desa Sering. Tidak ketinggalan, para remaja masjid juga turut hadir,
sehingga suasana masjid semakin semarak oleh jamaah yang antusias mengikuti
jalannya acara.
Kegiatan diawali dengan pembukaan
yang dipandu panitia, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Ketua PKK Desa
Sering, Jusmira, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh
pihak yang telah mendukung pelaksanaan pengajian ini. Menurutnya, pengajian
bulanan tidak hanya menjadi wadah untuk menambah ilmu, tetapi juga sarana
mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan ini
terus berlanjut dan memberi manfaat besar, terutama bagi kaum ibu dalam membina
keluarga. Setelah itu, ketua Permata Desa Sering, Rila juga menyampaikan
pentingnya pengajian sebagai forum pembelajaran yang membekali ibu-ibu dengan
wawasan keagamaan dan keterampilan parenting.
Pada sesi inti, Penyuluh Agama Islam
KUA Kecamatan Pelalawan, Ustadzah Marziana, menyampaikan materi dengan tema Keteguhan
Iman Istri dalam Menghadapi Ujian Rumah Tangga. Beliau menjelaskan bahwa
ujian merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan rumah tangga. Setiap
keluarga pasti diuji, baik dalam bentuk kecil maupun besar, dan setiap pasangan
memiliki cara berbeda dalam menghadapinya.
Untuk menghadapi ujian rumah tangga,
menurut Ustadzah Marziana, seorang istri harus memiliki tiga senjata utama yang
ia sebut sebagai 3B, yakni Berdoa, Bersabar, dan Berikhtiar. “Ketiga hal
ini menjadi kunci utama agar seorang istri tetap kuat dan istiqamah dalam
menjalani perannya. Berdoa mendekatkan kita kepada Allah, bersabar menjaga hati
agar tetap tenang, dan berikhtiar menunjukkan usaha nyata untuk memperbaiki
keadaan,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Lebih lanjut ia menambahkan, rumah
tangga diibaratkan sebagai sebuah kapal. Suami berperan sebagai nakhoda yang
mengarahkan jalannya bahtera, sementara istri adalah tiang yang menjadi
penopang kekuatan. “Apabila tiang itu kokoh dan kuat, maka insyaallah rumah
tangga akan tetap berdiri meskipun diterpa berbagai badai kehidupan,” tegasnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa
bersama yang dipimpin oleh pengurus Masjid Nurul Ikhlas. Doa
dipanjatkan dengan penuh harap agar seluruh jamaah diberi kekuatan iman,
keberkahan ilmu, serta keteguhan hati dalam membina rumah tangga yang diridai
Allah SWT. Melalui pengajian rutin bulanan ini, diharapkan masyarakat,
khususnya kaum ibu di Desa Sering, semakin memiliki bekal keilmuan dan keimanan
dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Dengan keteguhan iman, kebersamaan,
serta semangat saling mendukung, keluarga muslim dapat menjadi keluarga yang
sakinah, mawaddah, dan warahmah sesuai tuntunan ajaran Islam.(dbs)