0 menit baca 0 %

Utusan Riau, Dua Penyuluh Agama Islam Kemenag Siak Ikuti SPARK Di Ibu Kota

Ringkasan: Siak- Kemenag. Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Ditjen Bimas Islam menggelar bimbingan teknis Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK) Angkatan ke 3 Tahun 2024. Bimtek SPARK ini diikuti penyuluh Agama dan penghulu dari wilayah atau Zona Sumatera yang dilaksanakan di M...

Siak- Kemenag. Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Ditjen Bimas Islam menggelar bimbingan teknis Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK) Angkatan ke 3 Tahun 2024. Bimtek SPARK ini diikuti penyuluh Agama dan penghulu dari wilayah atau Zona Sumatera yang dilaksanakan di Mercue Hotel Ancol Jakarta mulai Senin 10 Juni sampai dengan Jumat 14 Juni 2024.

Hadir dan memberikan sambutan dalam pembukaan Bimtek ini Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag RI, Adib mengatakan Bimtek ini merupakan salah satu upaya penting untuk mencegah konflik sosial berdimensi keagamaan di tengah-tengah masyarakat.

“SPARK digelar agar lebih banyak lagi aktor resolusi konflik untuk menciptakan harmoni di tengah masyarakat. Langkah-langkah resolusi konflik ini juga selaras dengan Surah An-Nisa ayat 114 yang menekankan pentingnya upaya untuk mendamaikan atau mewujudkan kedamaian dan mencegah konflik” ungkap Adib.

Lebih lanjut Adib menyampaikan pencegahan konflik membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten sebagai agen pelaksana, untuk itu penyuluh agama penghulu bersiap menjadi agen kunci yang berada di garis depan dan menjadi ujung tombak layanan Kemenag di masyarakat yang tahu persis bagaimana denyut nadi keadaan umat. Menutup sambutannya Adib mengajak seluruh peserta untuk aktif berperan dalam pencegahan konflik sosial berdimensi keagamaan demi terciptanya kesalehan individu dan kesalehan sosial di masyarakat.

Sementara itu, turut menambahkan Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam, Dedi Slamet Riyadi mengatakan, selama pelatihan para penyuluh dan penghulu akan dibekali dengan berbagai materi termasuk teknik fasilitasi, mediasi, negosiasi, komunikasi, pengumpulan data, dan juga negosiasi dari para fasilitator. Modul SPARK, imbuhnya juga terus diperbarui dan diperbaiki agar relevan dengan perkembangan zaman, menjadikannya panduan bagi para penyuluh dan penghulu dalam menangani serta mencegah konflik sosial berdimensi agama di masyarakat.

“Peran penyuluh agama dan penghulu sebagai aktor resolusi konflik telah memiliki payung hukum yang jelas yaitu merujuk pada KMA No. 332 tahun 2023 tentang Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan serta Kepdirjen Bimas Islam No. 1583,” tandas Dedi.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 50 orang diantaranya 8 penghulu dan 42 penyuluh agama, sementara utusan Provinsi Riau berjumlah 7 orang diantaranya Oki Penri (Siak), Abdussalam (Siak), Ahmad Abdul Arif (Dumai), Asril Hamidi (Rohil), Baidawi (Indragiri Hilir), Nurhayati (Dumai), Utara Laili (Pekanbaru).

Salah satu perwakilan peserta utusan Riau Oki Penri ditemui setelah acara pembukaan mengaku bahwa beliau sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan SPARK, ”Alhamdulillah bisa mengikuti bimtek ini, banyak pengalaman baru yang didapatkan dan proses seleksi yang dilakukan oleh Kemenag untuk mengikuti pelatihan sangat Oke sekali, di awali kita aktif mengikuti pelatihan Online di Aplikasi Pintar Kemenag lalu kemudian kita memperoleh sertifikat kemudian menjadi Syarat utama untuk bisa mendaftar pelatihan SPARK ini” Tutup Oki Penri. (Op/Fz)