Siak (Kemenag) โ
Dalam rangka pelaksanaan Program Inkubasi Wakaf Produktif dan Kota Wakaf, pasca
dilakukannya verifikasi administrasi yang dilakukan oleh Direktorat
Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI)
Bersama Tim Project Management Unit (PMU), Kamis, (04/07/2024), Badan Wakaf
Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Siak menerima kunjungan, Arfarizan selaku
PIC (Person in Charge) dari Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI yang
akan melaksanakan Verifikasi Faktual.
Hadir menyambut
dan mendampingi dalam verifikasi ini Tim gabungan persiapan penunjukan Kota
Wakaf yang tediri dari; H. Sobri dari Penaiszawa Kanwil Kemenag Provinsi Riau,
Kepala Kankemenag Siak, H. Erizon Efendi, Penyelenggara Zakat dan Wakaf
Kankemenag Siak,H. Wandi Utama yang juga Sekretaris BWI Perwakilan Kabupaten
Siak dan Yessy Septrimadona selaku pengurus BWI Perwakilan Kabupaten Siak.
Dalam kegiatan
yang dimulai dengan penyambutan oleh Tim di Kantor Kemenag Kabupaten Siak. Selanjutnya,
Arfarizan bersama Tim persiapan Kota Wakaf menuju Kantor BWI Perwakilan
Kabupaten Siak dan turun ke lapangan meninjau Pondok Pesantren Darul Hadits
Sultan Yahya yang merupakan Pesantren penerima manfaat wakaf dan ruko hasil
program wakaf Rp.1000/hari yang telah berjalan dan akan mendapat bantuan pemberdayaan
program IKWP (Inkubasi Wakaf Produktif) dari Direktorat Zakat dan Wakaf Kemenag
RI.
H. Erizon Efendi
selaku Kepala Kankemenag Siak menyampaikan bahwa tim gabungan persiapan Kota
Wakaf dengan penuh komitmen siap dan sanggup jika nantinya dinyatakan terpilih
sebagai Kota Wakaf dan Inkubasi Wakaf Produktif. Beliau Bersama tim akan terus
membangun komunikasi dan menyiapkan segala persiapan yang dibutuhkan guna
tercapainya Siak sebagai Kota Wakaf dan Inkubasi Wakaf Produktif di Indonesia.
Arfarizan selaku
PIC dari Tim Verifikasi Program Inkubasi Wakaf Produktif dan Kota Wakaf Ditjen
Bimas Islam Kemenag RI menerangkan bahwa dengan memaksimalkan Wakaf maka akan
meningkatkan kemandirian ekonomi umat sehingga tidak bergantung dari sumbangan.
Oleh sebab itu ia melihat Siak berpotensi sebagai salah satu projek pilot
pengembangan Kota Wakaf dan Inkubasi Wakaf Produktif di Indonesia dengan syarat
semua instrumentnya harus dipenuhi sesuai ketentuan. โIntinya Tiga poin utama Kota
Wakaf yaitu Literasi, Pengelolaan, dan Pengamanan semuanya harus ada,โ
paparnya. (Hd/FZ)