Wabup dan Kakan Kemenag Rohul Ikuti Pengajian Islamic Centre
Ringkasan:
Pasirpengaraian (Humas)- Ribuan masyarakat Rokan Hulu, Rabu (13/3) malam memadati Mesjid Islamic Centre Pasirpengaraian mengikuti wirid pengajian rutin mingguan. Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu.
Pasirpengaraian (Humas)- Ribuan masyarakat Rokan Hulu, Rabu (13/3) malam memadati Mesjid Islamic Centre Pasirpengaraian mengikuti wirid pengajian rutin mingguan. Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu, Drs.H.Ahmad Supardi Hasibuan MA, disela-sela pengajian mengaku
sangat bergembira dengan antusiasnya masyarakat ''Negeri Seribu Suluk'' mengikuti pengajian mingguan yang ditaja secara rutin Pemkab Rokan Hulu di Mesjid Islamic Centre Pasirpengaraian tersebut.
Supardi mangatakan, dengan seringnya masyarakat mengikuti wirid pengajian tentunya akan menambah khazanah ilmu pengetahuan agama yang memang sangat diperlukan dalam kehidupan ini. ''Ini sesuatu yang menggembiarakan tentunya, kita berharap kedepannya semakin semarak kehidupan beragama di Kebupatan Rokan Hulu ini,''ujarnya.
Kakankemenag juga memberikan apresiasi dan dukungan kepada Pemkab Rokan Hulu yang secara maksimal terus berupaya menggairahkan kegiatan keagamaan di daerah ini.
Pengajian yang disampaikan Ustadz H. Nurhadi Husein,Lc.MA membahas tentang Tauhid dengan tema Maqom atau kedudukan manusia dan Maqom Allah SWT. Menurut Nurhadi Husein yang akrab disapa Ustadz Nikson kajian tentang Tauhid sangat penting untuk dibahas dan disampaikan terutama
tentang Maqom atau kedudukan manusia dan kedudukan Allah SWT, mengingat saat ini banyak di kalangan ummat muslim yang tidak menyadari atau memahami tentang itu.
Secara panjang lebar Ustadz Nikson menyampaikan pengajian dengan gaya khasnya yang membuat jemaah antusias mendengar dan mengikutinya.
Sepanjang penjelasannya dapat ditarik kesimpulan bahwa kedudukan manusia adalah sebagai 'Abid yakni orang yang menyembah, sedangkan Allah SWT adalah Ma'bud yakni yang disembah.
Sebagai 'Abid atau orang yang menyembah tentunya manusia harus menyadari hal itu dengan cara menjauhi sifat sombong dan angkuh, karena selain 'Abid manusia itu adalah Makluk yang diciptakan bukannya Kholik atau yang mencipatkan. Sebagai seorang yang menyembah sudah sepantasnya manusia itu menyenangkan yang disembah yakni Allah SWT dengan cara melaksnakan segala perintah dan meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah SWT dalam kehidupan ini.
Lebih lanjut Ustadz Nikson Nikson menjelaskan, kedudukan 'Abid dan Makhluk tersebut adalah fitrahnya manusia dan tidak bisa berubah lagi. Hanya saja
kedudukan manusia itu bisa terangkat menjadi mulia di mata allah SWT dan itu hanya didapati oleh manusia yang tinggi tingkat ketaqwaannya.
Diakhir pengajian, pemandu acara memberikan kesempatan kepada jemaah untuk bertanya. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh jemaah, dengan
antusias pun jemaah bertanya seputar kajian yang dibahas. Dengan sangat gamblang Ustadz Nikson memeberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan para jamaah.(sopian)