0 menit baca 0 %

Wagubri Lantik Pengurus FKUB Riau 2010-2015

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Wakil Gubernur Riau (Wagubri) HR Mambang Mit, Jumat (26/11) secara resmi melantik pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau tahun 2010-2015 di Gedung Daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru. Hadir dalam pelantikan tersebut, Ka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr...
Pekanbaru (Humas)- Wakil Gubernur Riau (Wagubri) HR Mambang Mit, Jumat (26/11) secara resmi melantik pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau tahun 2010-2015 di Gedung Daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru. Hadir dalam pelantikan tersebut, Ka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, unsur Muspida, Kepala Dinas dan Kepala Badan dilingkungan Pemprov Riau, Pemuka Agama dan Pemuka Masyarakat Riau. Pada acar pelantikan tersebut, Wagubri juga secara resmi membuka acara Rapat Kerja Daerah FKUB 2010 yang dihadiri oleh perwakilan pengurus FKUB 12 Kabupaten dan Kota se Provinsi Riau. HR Mambang Mit dalam kata sambutannya mengatakan, FKUB merupakan forum terpenting saat ini, karena forum ini berdiri berdasarkan falsafah negara, yaitu Pancasila dengan lima dasar. Dimana FKUB mencakup lima dasar yang ada dalam Pancasila, khususnya pada sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa dan kedua Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. "Kelehihan atau keiistimewaan yang dimiliki oleh FKUB adalah menjaga kerukunan umat beragama, untuk itu pengurus FKUB harus mampu menjadikan FKUB sebagai pengayom dalam masyarakat karena dunia saat ini semakin berpanca roba dan beraneka ragam, sehingga kemungkinan-kemungkinan terjadi konflik khususnya antar umat beragama sangat besar," ugnkap Mambang Mit kepada pengurus FKUB yang baru dilantik. Menurutnya, Riau merupakan salah satu negeri yang nikmat, aman dan kondusif, jarang terjadi konflik bahkan termasuk daerah yang aman dari bencana alam seperti gempa, longsor dan tsunami. Kalaupun terjadi banjir, hal tersebut masih tahap tidak terlaku mengkhawatirkan, karena penganggulangan selalu diupayakan. "Dengan kekondusifannya, Riau merupakan daerah yang pertumbuhan penduduknya sangat pesat, yaitu mencapai 5 persen pertahunnya. Namun demikian, FKUB harus tetap berupaya untuk mempertahanken ketertiban tersebut khususnya antar umat beragama dengan memulai dari internal atau rumah tangga, lalu antar umat beragama, pemerintah maupun masyarakat. Sehingga ke "nikmatan" yang ada di Riau tetap terus dipertahankan," harapnya. Sementara itu ketua terpilih FKUB 2010-2015, Dr Abdul Razak Z MM, mengatakan, FKUB akan terus menjaga kerukunan antar umat sesuai fungsi awal terbentukanya forum tersebut. Untuk itu, Pengurus FKUB Provinsi Riau yang merupakan pemuka-pemuka agama akan berupaya tetap menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta tidak terprovokasi dengan pemberitaan yang memperkeruh suasana dan tatanan masyarakat Riau yang sudah kooperatif. "Kondisi kerukunan umat beragama di Riau cukup kondusif, namun demikian kita tetap harus mengantisipasi dan waspada terhadap hal-hal yang mencurigakan yang dapat memecah persatuan dan kesatuan masyarakat. Selain itu, FKUB Riau berserta FKUB kabupaten dan kota akan melakukan koordinasi setiap saat untuk tetap menjaga keamanan kerukunan ummat beragama di Riau," ucapnya. (msd)