0 menit baca 0 %

Wakaf Uang Jadi Gerakan Bersama, Kemenag Meranti Siap Dorong Ekonomi Umat

Ringkasan: Meranti (Kemenag)  Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Riau melalui Bidang Penaiszawa sosialisasikan Gerakan Wakaf Uang di Aula Kantor Kemenag Meranti, Jumat (29/8/2025). Launching ini dirangkai dengan pembinaan dai/daiyah untuk memperkuat peran penyuluh agama di sebagai garda terdepan dit...

Meranti (Kemenag) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Riau melalui Bidang Penaiszawa sosialisasikan Gerakan Wakaf Uang di Aula Kantor Kemenag Meranti, Jumat (29/8/2025). Launching ini dirangkai dengan pembinaan dai/daiyah untuk memperkuat peran penyuluh agama di sebagai garda terdepan ditengah masyarakat.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Kemenag dalam menjadikan wakaf sebagai salah satu instrumen penting penguatan ekonomi umat. Ketua Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Riau, H. A. Rasyid, menyebut potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 triliun per tahun. Jika dikelola dengan baik, wakaf uang bisa menjadi sumber daya strategis dalam pembangunan nasional.

“Wakaf uang adalah wakaf modern. Dengan pengelolaan yang transparan dan profesional, manfaatnya bisa dirasakan secara luas untuk pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Senada dengan itu, Analis Kebijakan Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau, H. Sobri, menjelaskan bahwa Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran No. 5 Tahun 2024 yang mendorong ASN, peserta didik, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam gerakan ini. Dana wakaf nantinya akan dikelola BWI melalui instrumen investasi syariah yang aman dan hasilnya dikembalikan untuk kemaslahatan umat.

Sementara itu, Kepala Kemenag Meranti, H. Sulman, menekankan bahwa gerakan wakaf uang bukan hanya ibadah, tetapi juga wujud kontribusi nyata masyarakat dalam memperkuat kemandirian ekonomi.

Selain sosialisasi launching wakaf uang, kegiatan juga menghadirkan pembinaan bagi dai dan penyuluh agama dengan tema “Penguatan Peran Dai/Penyuluh Agama dalam Pencegahan Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme Menuju Harmonisasi dan Toleransi Beragama.”

Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam membumikan wakaf uang dan dakwah moderat di Kepulauan Meranti. (T)