Kuansing (Kemenag) – Semangat belajar Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan masyarakat Desa Simandolak, Kecamatan Benai. Hal ini terlihat dari antusiasme para pemuda dan bapak-bapak yang secara rutin mengikuti pembelajaran tahsin (perbaikan bacaan Al-Qur’an) di Masjid Jamik Simandolak.
Kegiatan ini dibina langsung oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Benai, Abuya Agusrianto, S.Psi.I, MA, dengan menghadirkan narasumber istimewa, Qori Nasional H. Supriadi, S.Ag, MM. Kehadiran beliau membawa semangat dan motivasi tersendiri bagi para peserta.
“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat luar biasa. Ini bukti bahwa semangat untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an tidak mengenal usia. Dari kalangan pemuda hingga para ayah, semua hadir dengan niat yang kuat untuk belajar,” ujar Abuya Agusrianto.
Kegiatan tahsin ini tidak hanya fokus pada aspek tajwid dan makhraj huruf, tetapi juga memberikan pemahaman tentang adab membaca Al-Qur’an dan nilai-nilai spiritual di balik setiap ayat. H. Supriadi, yang dikenal luas sebagai qori nasional, memberikan pelatihan dengan metode yang mudah dipahami dan menyentuh hati.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya fasih membaca, tetapi juga mencintai Al-Qur’an. Karena dari situ akan lahir ketenangan hati, serta akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” tutur H. Supriadi.
Warga Desa Simandolak mengaku bersyukur dengan adanya pembinaan seperti ini. “Kami merasa terbantu dan termotivasi. Dulu kami malu karena belum bisa membaca dengan benar, tapi sekarang kami yakin bisa memperbaikinya,” ujar salah satu peserta tahsin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan keagamaan di masyarakat yang digagas oleh Kementerian Agama Kuantan Singingi, khususnya melalui peran aktif Penyuluh Agama di tingkat kecamatan. Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama dalam mencintai dan memuliakan Al-Qur’an. (Ags)