0 menit baca 0 %

Warga Rohul Peringati 1000 Hari Wafatnya Hj Siti Fatimah

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Peringatan seribu hari wafatnya ibunda bupati Rokan Hulu (Rohul) almarhumah menjo gelar Hajjah Siti Fatimah Binti Syekh Ibrahim Al Khalidy, yang dilaksanakan pada pekan lalu di kediaman bupati Rokan hulu, Kampung Nagori Desa Babussalam, dihadiri seribuan jamaah.
Rokan Hulu (Humas)- Peringatan seribu hari wafatnya ibunda bupati Rokan Hulu (Rohul) almarhumah menjo gelar Hajjah Siti Fatimah Binti Syekh Ibrahim Al Khalidy, yang dilaksanakan pada pekan lalu di kediaman bupati Rokan hulu, Kampung Nagori Desa Babussalam, dihadiri seribuan jamaah. Terdiri dari jamaah Thariqat Naqsabandiyah, para pimpinan instansi pemerintah, Ka kankemenag Rohul, kapolres Rohul, Dandim, ketua pengadilan negeri, mursyid, para ulama, tokoh agama dan tokoh adat, serta pimpinan ormas islam, keluarga dan tetangga. Acara tersebut dimulai dengan berkumpul terlebih dahulu di rumah Bupati Rohul, kemudian dilanjutkan dengan berziarah ke makam almarhumah menjo gelar hajjah Siti Fatimah Binti Syekh Ibrahim Al Khalidy di pekuburan desa babussalam. Selesai ziarah, kembali berkumpul di kediaman bupati, untuk membaca surat yasin, tahtim, tahlil, dan doa untuk almarhumah. Kepala kantor kemenag Rohul, Drs H Ahmad supardi HS MA menyatakan, tradisi ziarah ini sangat baik dilaksanakan, sebab ziarah mempunyai beberapa hikmah, antara lain untuk mengingat kebaikan kebaikan almarhumah selama hidupnya sehinggga menjadi contoh bagi yang lain. Selain itu, untuk mengingatkan orang yang hidup bahwa kematian itu pasti adanya, sehingga yang masih hidup tetap ingat akan mati. "Dengan demikian, ia akan mempersiapkan bekal menghadapi kematian, menuju kehidupan yang selanjutnya, yang kekal dan abadi. Hikmah lain, ialah memberikan pertolongan kepada almarhumah dalam bentuk pahala pembacaan surat yasin, tahtim dan tahlil, serta yang paling penting adalah doa untuk almarhumah. Hikmah selanjutnya adalah meningkatkan hubungan silaturrahim antara sesama umat islam yang masih hidup, termasuk silaturrahim antara orang yang masih hidup dengan yang sudah meninggal dunia, dengan berkumpul bersama dan ziarah bersama. Oleh karena itu, lanjut ka kan kemenag, tradisi ziarah ini baik dan perlu dilestarikan di masa masa yang akan datang," ungkapnya. (ash edit by msd)