0 menit baca 0 %

Waspada! Aksi Penipuan Mengaku Pejabat Kemenag Bengkalis Kembali Beredar di Aplikasi WhatsApps

Ringkasan: Bengkalis (Kemenag)- Aksi penipuan dengan mencatut nama besar pejabat di Kemenag Kabupaten Bengkalis kembali terjadi. Kali ini, Minggu 18 Agustus 2024 kemarin, si penipu mengaku sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bengkalis mengelabui Siti Aisyah sebagai Guru Ma...
Bengkalis (Kemenag)- Aksi penipuan dengan mencatut nama besar pejabat di Kemenag Kabupaten Bengkalis kembali terjadi. Kali ini, Minggu 18 Agustus 2024 kemarin, si penipu mengaku sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bengkalis mengelabui Siti Aisyah sebagai Guru Madrasah Aliyah AR Rosyidiyah Kecamatan Bengkalis.

Si penipu menggunakan Aplikasi WhatsApps atas nama H Zulkarnaen sebagai Kasubbag TU dan H Lukman Kasi Penmad untuk mengelabuhi guru tersebut.

Menurut Kasubbag TU Kemenag Bengkalis, Zulkarnaen, dalam aksinya, awalnya si penipu menghubungi Siti Aisyah Guru Madrasah Aliyah AR Rosyidiyah Kecamatan Bengkalis. Saat itu Kasubbag dan Kasi Penmad Gadungan terlebih dahulu memperkenalkan namanya, Selanjutnya si penipu ini menyampaikan maksud tujuan untuk melakukan pembayaran tunggakan dana Tunjangan PPG.

Tak hanya itu, untuk menyakinkan Siti Aisyah, si penipu juga mengirimkan bukti petunjuk pembayaran tunggakan  PPG dan surat perintah bayar senilai Rp.11.250.000.

Sayangnya Siti Aisyah Guru Madrasah Aliyah AR Rosyidiyah Kecamatan Bengkalis tanpa konfirmasi ke Kantor Kemenag Bengkalis, beliau langsung secara langsung transfer ke rekening si penipu atas nama Fachry Fauzi.

"Atas peristiwa ini kami kaget, saat menerima laporan bahwa nama saya dicatut untuk aksi penipuan dengan modus pembayaran dana tunggakan Tunjangan PPG," ucapnya.

"Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh Sahabat Kemenag ,Karib Kerabat, keluarga serta masyarakat agar tidak mudah percaya jika ada yang menghubungi dengan mengatasnamakan dirinya dan pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis melalui akun WhatsApp atau media lain sebagainya," imbau nya. (*)