0 menit baca 0 %

Wawako Dumai: Waspadai Pelanggaran Akhlak

Ringkasan: Batam (Humas)- Ibadah haji bukan sekedar pejalanan wisata atau napak tilas ke tanah suci semata, tetapi lebih dari itu. Ibadah haji meliputi rukun dan syarat-syarat haji yang harus dilaksanakan sebagai bagian dari kewajiban ummat Islam untuk mendapatkan haji yang mabrur.
Batam (Humas)- Ibadah haji bukan sekedar pejalanan wisata atau napak tilas ke tanah suci semata, tetapi lebih dari itu. Ibadah haji meliputi rukun dan syarat-syarat haji yang harus dilaksanakan sebagai bagian dari kewajiban ummat Islam untuk mendapatkan haji yang mabrur. Ibadah haji merupakan simbolisasi kemanusian dan ketauhidan serta tata kehidupan seluruh mahluk Allah SWT. Demikian disampaikan Wakil Walikota Dumai, H Agus Widayat, saat melepas keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) kloter 9 Embarkasi Batam yang merupakan 224 JCH Dumai dan 216 JCH Bengkalis dan Meranti. Agus mengungkapkan, rangkaian ibadah haji dimulai dari khram, dimana setiap orang harus menanggalkan atribut sosial dan kepangkatan dan seutuhnya menjadi hamba Allah yang sederhana dan sama rata tampa membedakan asal usul mereka. Selain itu, kegiatan ibadah haji juga di rangkai dengan tawaf dan sai`, ibadah ini mengajari ketauhidan dan tujuan hidup seluruh ummat dalam rangka menuju keridaan Allah SWT. "Dalam ibadah haji yang harus dipahami bahwa akhlak harus dikedepankan, banyak terjadi pelanggaran akhlak saat melaksanakan ibadah haji, seperti terjadinya sikut menyikut, berdesak-desakan dan lain sebagainya yang menyebabkan kecelakaan bagi jamaah lain. Jika jamaah dapat menjaga akhlak mereka dan tidak egois tentu kejadian seperti itu tidak akan terjadi," ungkapnya. Untuk itu jamaah haji khususnya Dumai, Bengkalis dan Meranti hendaknya menjaga kebersamaan, kekompakan dan menghilangkan perbedaan-perbedaan suku, ras dan daerah asal. Bawa nama baik Riau dengan menjalankan ibadah sebaik-baiknya dan sekusyu`-kusyu`nya. (msd)