0 menit baca 0 %

WIADI WIJAYA (PAI NON PNS KEC RENGAT) SAMPAIKAN MATERI NARKOBA SEKALIGUS SALURKAN BANTUAN BUKU IQRO

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 298 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil dinyatakan bahwasanya Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian...

Indragiri Hulu, (Inmas). Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 298 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil dinyatakan bahwasanya Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama yang melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin.
Tugas Penyuluh Agama Islam Non PNS dengan 8 (delapan) spesialisasi yang terkait dengan tugas kebimas-islaman adalah, Penyuluh Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an; Keluarga Sakinah; Pengelolaan Zakat; Pemberdayaan Zakat; Produk Halal; Kerukunan Umat Beragama; Radikalisme dan Aliran Sempalan serta Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) dan HIV/AIDS.
Setiap Penyuluh Agama Islam Non PNS wajib memiliki kelompok binaan minimal 2 (dua) kelompok, dan melakukan bimbingan/penyuluhan minimal 2 (dua) kali seminggu.
Jum’at 22 Januari 2021, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Rengat, atas nama Emrina, S.Ag (sisi kanan) bersama kelompok binaan-nya Majelis Taklim Surau Ar-Rahmah, Kelurahan Kambesko melaksanakan kegiatan rutin Jum’at Pengajian, penyuluhan terkait  Narkoba disampaikan oleh PAI Non PNS Kec. Rengat lainnya atas nama Wiadi Wijaya, M.Pd. (sisi kiri)
Peran ibu rumah tangga sangat besar dalam mencegah dan melindungi Generasi Muda (anggota keluarganya) dari Bahaya Narkoba dan Penyakit HIV/AIDS. Dalam riwayat dikatakan: Annisa Immadul Bilad. Perempuan (Ibu-ibu) Tiang Negara. Kalau Ibu ibunya baik akhlaknya  maka majulah bangsa itu. Tetapi kalau Ibu ibunya buruk akhlaq nya maka hancurlah bangsa itu. Seorang ibu merupakan ujung tombak dalam mencegah bahaya Narkoba dan penyakit HIV/AIDS. Oleh karena itu, ibu ibu Majelis Taklim harus berperan aktif dalam mengantisipasi penyebaran Narkoba dan Penyakit HIV/AIDS, khususnya di dalam keluarganya. Untuk itu, ibu-ibu Majelis Taklim harus kenal jenis-jenis Narkoba dan efeknya serta menjaga kesetiaan pasangan hidup juga memantau pergaulan anak-anaknya agar jangan sampai terjerumus dalam pergaulan bebas/seks bebas.
Selanjutnya Wiadi Wijaya menyalurkan bantuan Buku Iqro 20 eksemplar dari sumbangan Hj. Neni Arsyad , warga Kampung Dagang, diterima oleh Emrina, S.Ag selaku mewakili MT. Surau Ar-Rahmah.(tulang)