0 menit baca 0 %

Wirid Rutin Kankemenag Rohul Bahas Karakter Manusia Memandang Dunia

Ringkasan: Pasir Pengaraian (Humas)- Tausiah pada wirid rutin yang dilaksanakan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hulu, Jum'at (27/1) pagi mengambil thema 'karakter manusia memandang dunia'. Secara garis besar ada dua karakter manusia memandang dunia, antara lain, memandang dengan pandangan...
Pasir Pengaraian (Humas)- Tausiah pada wirid rutin yang dilaksanakan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hulu, Jum'at (27/1) pagi mengambil thema 'karakter manusia memandang dunia'. Secara garis besar ada dua karakter manusia memandang dunia, antara lain, memandang dengan pandangan awam, dan memandang dengan pandangan ilmu. Dalam tausiah yang disampaikan ustadz Yulihesman, S.Ag mengatakan, dua karakter pandangan manusia terhadap dunia itu merujuk kepada firman Allah SWT dalam surat Al-Qasas mulai ayat 77- 82. Yulihesman tidak menyangkal dan memang terbukti dalam kehidupan sehari-hari sebagian besar manusia lebih cenderung kepada cara pandang awam dari pada cara pandang ilmu. Lebih lanjut dijelaskan, cara pandang awam lebih kapada menanggap dan memandang semua yang meliputi dunia ini hanya secara zhahir dan enaknya saja. Karakter ini tak ubahnya seperti Qarun yang diberi nikmat kelebihan rizki yang melimpah, lalau dia menganggap itu murni hasil jerih payahnya berusaha dan pada akhirnya menjadi sombong dan angkuh yang pada akhirnya semua harta dan dirinya dilenyapkan oleh sang Khaliq. Mengambil pelajaran dari itu, cara pandang awam tersebut tidaklah baik dan jelas salah dalam ajaran agama islam. Selanjutnya cara pandang dengan pandangan ilmu, ini merupakan karakter bijak yang mestinya dilakukan oleh seorang pribadi muslim. Cara pandang ini dianalogikan kepada Nabi Sulaiman AS yang memiliki kelebihan kaya harta, bisa berkomunikasi dengan samua hewan. Kendati demikian tidak membuat Nabi Sulaiman AS sombong, angkuh. Kelebihan nikmat yang diberikan dianggapnya sebagai titipan dan justru membuat Nabi Sulaiman AS bertambah bersyukur dan tunduk kepada sang khaliq. Wirid rutin yang kembali diaktifkan Kemenag Rohul mulai tahun 2012 ini diikuti Kepala Kankemanag, Drs.H.Ahmad Supardi Hasibuan, MA, Kasubag TU, para Kasi, seluruh PNS dan Honorer di lingkungan Kankemenag Rokan Hulu. Menurut Kakankemenag Rohul melalui Kasubag TU, H.Zulkifli, S.Ag,M.Pd. I, mengaktifkan wirid rutin yang digelar setiap pagi jum'at tersebut bertujuan memberikan siraman rohani dan bekal pengetahun agama terhadap pegawai jajaran Kankemenag Rohul. Karena bagaimanapun, kata Zul, sebagai pegawai Kemenag dituntut tau dan menguasai sedikit banyaknya tentang pengetahuan keagamaan. (sopian)