0 menit baca 0 %

Workshop Selamatkan Generasi Muda

Ringkasan: Pekanbaru - (Humas) Generasi muda harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh karena masa depan bangsa ada di tangan mereka. Prilaku mereka yang terkadang menyimpang dan meresahkan masyarakat terjadi karena kelalaian orangtua, pendidik dan semua elemen bangsa.
Pekanbaru - (Humas) Generasi muda harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh karena masa depan bangsa ada di tangan mereka. Prilaku mereka yang terkadang menyimpang dan meresahkan masyarakat terjadi karena kelalaian orangtua, pendidik dan semua elemen bangsa. Menyadari hal itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau akan menaja kegiatan “Workshop Hukum Keagamaan bagi Pemuda” di hotel Angkasa, Pekanbaru, 3 – 5 Desember 2012 yang menghadirkan pakar-pakar Islam di Riau, seperti Drs. H. Tarmizi Tohor,MA, DR. H. Mawardi Saleh, Lc, MA, H. Mansyur, S.Ag dan lain-lain. Kegiatan ini melibatkan 40 peserta yang terdiri dari guru dan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Riau. Hal disampaikan Drs. Alfian M.Ag yang didampingi H. Shobri, S.Ag, panitia inti kegiatan di ruang Hukmas Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Pekanbaru, Rabu/28/11. Menurut Alfian lagi, kegiatan ini akan melibatkan siswa-siswi MAN di Riau, seperti MAN Lipat Kain, MAN Pasir Pengaraian, MAN 1 Pekanbaru, MAN 2 Model Pekanbaru, MAN Dumai, MAN BaganSiapi-api, MAN Sei Pakning, MAN Siak, MAN Selat Panjang, MAN Rengat, MAN Tembilahan dan MAN Pangean. Pada kesempatan ini akan dipaparkan beberapa materi seperti “Pendidikan Agama bagi Keluarga” yang disampaikan Drs. H. Tarmizi Tohor, MA, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Materi “Dampak Pergaulan Bebas bagi Remaja” oleh DR. H. Mawardi Saleh, Lc, MA. Selain itu juga akan dibahas tentang “Bahaya Seks Bebas” yang akan diuraikan H. Saman, S.Sos, M.Si, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Riau serta beberapa bahasan lain yang menyangkut tentang Hukum Keagamaan bagi Pemuda. Selaku panitia inti, H. Shobri, S.Ag berharap kegiatan ini bisa menyumbangkan hal positif bagi siswa dan siswi serta bisa diamalkan sepulang dari kegiatan ini. “Harapannya, semoga kegiatan ini bisa memberi manfaat yang besar bagi siswa-siswi kita di tengah bergejolaknya penyakit masyarakat akhir-akhir ini. Selain itu agar para generasi muda yang ada di Provinsi Riau dapat memahami tentang bahayanya hubungan sex di luar perkawinan yang sah, juga untuk mengoptimalkan perkembangan pribadi generasi muda dalam mencapai masa depan mereka yang lebih cerah,” kata H. Shobri. (ghp/griven)