Meranti(Kemenag)— Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kepulauan Meranti melaksanakan Salat Dhuha dan Salat Ghaib sebagai bentuk empati dan doa untuk para santri yang menjadi korban dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Darul Muttaqin, Desa Sungai Cina, pada Kamis (9/10/2025).
Pelaksanaan salat diikuti oleh seluruh siswa-siswi bersama dewan guru MTsN 2 Kepulauan Meranti. Sebelum dimulai, para siswa mendapatkan penjelasan singkat tentang tata cara dan hikmah pelaksanaan Salat Ghaib yang disampaikan oleh imam masjid.
Plt. Kepala MTsN 2 Kepulauan Meranti, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian keluarga besar madrasah terhadap sesama umat Islam.
“Kami ingin menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian kepada para siswa. Melalui salat ghaib dan doa bersama ini, semoga para syuhada di Pesantren Al-Khoziny mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Lukman.
Selain sebagai bentuk duka cita, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat karakter religius peserta didik melalui pembiasaan ibadah bersama di lingkungan madrasah.
"Madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Inilah nilai-nilai keislaman yang ingin terus kita tanamkan,” tambahnya.
Dengan pelaksanaan Salat Dhuha dan Salat Ghaib ini, keluarga besar MTsN 2 Kepulauan Meranti berharap musibah tersebut menjadi pelajaran dan pengingat untuk senantiasa meningkatkan keimanan serta kepedulian terhadap sesama. (N)