0 menit baca 0 %

Wujud Moderasi Beragama, Penyuluh Lintas Agama Adakan Festival Seni dan Budaya Lintas Agama

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag)- Kelompok kerja penyuluh lintas Agama Provinsi Riau  mengadakan acara festival seni dan budaya lintas agama pada hari selasa tanggal 01 Oktober 2024 di Anjungan Seni Idrus Tintin Pekanbaru yang bekerjama dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Pemerintah provinsi Riau, Po...

Pekanbaru (Kemenag)- Kelompok kerja penyuluh lintas Agama Provinsi Riau  mengadakan acara festival seni dan budaya lintas agama pada hari selasa tanggal 01 Oktober 2024 di Anjungan Seni Idrus Tintin Pekanbaru yang bekerjama dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Pemerintah provinsi Riau, Polda Riau, Pokjawas, FKUB, dan MGMP. 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat diantaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau diwakili oleh Kasubbag Ortala dan KUB Gana Radguna, Kapolda Riau diwakili Kasubdit satuan pengamanan AKBP Raden Edi Saputra,  Gubenur Riau diwakili karo Kesra Imron Rosyadi, Ketua FKUB Provinsi Riau KH Abdurrahman, LAM Riau diwakili datuk H. Qomaruddin dan perwakilan agama-agama se-provinsi Riau. 

Selaku Ketua panitia Masrizal mengatakan, acara Festival Seni Budaya Lintas Agama ini bukan hanya merayakan keberagaman, tetapi juga berfungsi sebagai platform untuk memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang beragam.

"Ini adalah simbol persatuan dan upaya nyata untuk memperkuat moderasi beragama yang diikat dengan toleransi antar umat beragama," ucap Masrizal dalam sambutannya.

Selain itu, Kasubag Ortala dan KUB Gana Radguna mengapresiasi atas penyelenggaraan Festival Seni Budaya Lintas Agama Provinsi Riau tahun 2024. Beliau menilai acara ini sebagai bagian dari upaya menciptakan Indonesia yang lebih damai dan harmonis dengan mengakui perbedaan budaya dan pentingnya menjembatani perbedaan tersebut. 

Kapolda Riau diwakili Kasubdit satuan pengamanan AKBP Raden Edi Saputra mengatakan festival ini merupakan bukti nyata dari semakin kokohnya semangat keberagaman dan kerukunan antar umat beragama di Provinsi Riau.

Sementara itu, Karo Kesra Imron Rosyadi mewakili gubenur Riau menyambut baik kegiatan yang luar biasa ini. Kegiatan ini adalah festival kebudayaan dan seni lintas agama dalam upaya memperkuat toleransi dan persatuan di tengah keragaman masyarakat.

"Festival ini merupakan contoh yang baik antar lintas budaya dengan latar belakang budaya yang berbeda-berbeda. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kerukunan dan perdamaian di tengah masyarakat. Melalui seni dan budaya, kita dapat menyampaikan pesan-pesan perdamaian yang universal dan diterima oleh semua kalangan," ujarnya. (*)