Kampar ( Kemenag )-- Dalam upaya memperkuat pembelajaran yang bermakna dan berbasis nilai, MAN 4 Kampar Plus Keterampilan menyelenggarakan Pelatihan Pemetaan Kompetensi dan Indikator dengan Insersi Kurikulum Berbasis Cinta pada 7–8 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 1 Gedung Baru SBSN 2024 MAN 4 Kampar dan diikuti oleh seluruh guru MAN 4 Kampar, para kepala madrasah anggota KKM, serta guru-guru dari madrasah se-KKM MAN 4 Kampar.
Meski berlangsung di masa libur semester genap Tahun Pelajaran 2024/2025, semangat para pendidik untuk terus belajar tampak luar biasa. Sejak pagi hari, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Kampar, H. Masnur, S.Pd., M.Sy., didampingi Kepala MAN 4 Kampar, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., serta dihadiri oleh para pengawas madrasah dari lingkungan Kemenag Kampar.
Dalam sambutannya, H. Masnur menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan arah baru pendidikan madrasah yang tengah dikembangkan oleh Kementerian Agama. “Kurikulum ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan gerakan penting dalam pendidikan kita. Kita butuh guru yang bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga penuh kasih sayang, dan mampu menyentuh hati siswa,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat guru madrasah yang terus bergerak maju, bahkan di tengah masa liburan.
Kurikulum Berbasis Cinta adalah program resmi dari Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI yang menekankan pentingnya nilai kasih sayang, empati, penghargaan terhadap potensi peserta didik, dan pembelajaran yang memanusiakan manusia. Kurikulum ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang humanis, damai, serta berakar pada nilai spiritual dan akhlak mulia.
Sementara itu, Kepala MAN 4 Kampar, Arjuniwati, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen madrasah untuk menciptakan pembelajaran yang utuh dan bermakna. “Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menyentuh hati. Kurikulum Berbasis Cinta adalah pendekatan yang kami dorong agar madrasah semakin humanis dan kontekstual,” tuturnya.
Selama dua hari pelatihan, para guru melakukan pemetaan ulang kompetensi dan indikator pembelajaran pada mata pelajaran masing-masing, dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter, spiritualitas, dan cinta terhadap ilmu. Diskusi berlangsung dinamis dan penuh semangat kolaboratif, disertai dengan praktik berbagi perangkat ajar dan strategi pembelajaran yang inspiratif.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyegarkan semangat belajar para guru dan memperkuat sinergi antaranggota KKM. Diharapkan, dari pelatihan ini akan lahir model pembelajaran madrasah yang unggul secara akademik sekaligus kaya nilai kemanusiaan—menumbuhkan cinta kepada ilmu, sesama, lingkungan, dan tanah air.
Semoga semangat cinta dan kolaborasi ini terus tumbuh di madrasah kita, melahirkan generasi madani yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia. (kj)