Meranti(Kemenag)- Pada Jumat pagi(24/10/2025) sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh warga madrasah, baik guru maupun peserta didik, berkumpul dalam kegiatan Yasinan dan Doa Bersama. Kegiatan yang digagas oleh Rumpun Keislaman ini dipimpin langsung oleh Mudasir selaku Koordinator Rumpun Keislaman sekaligus pembimbing acara, dengan pembacaan surah Yasin di pimpin oleh M. Rasid, S.E. Suasana pagi di Aula MAN 2 Kepulauan Meranti menjadi terasa begitu syahdu dan penuh makna.
Acara yang sederhana namun sarat makna ini bertujuan untuk mengingatkan kembali seluruh warga madrasah tentang hakikat tujuan hidup, serta mengaitkan peraturan dan kebiasaan di madrasah dengan nilai-nilai ajaran agama.
Dalam suasana khusyuk, Mudasir memberikan pengarahan sebelum pembacaan Yasin dimulai. Ia menekankan pentingnya meluruskan niat dan memahami arah hidup, baik sebagai pelajar maupun sebagai hamba Allah.
“Pada dasarnya aturan yang ada di madrasah adalah untuk mengantarkan kita semua kepada bingkai yang lebih besar yakni peraturan agama,” ujar Mudasir dalam arahannya yang menyejukkan hati.
Dengan suara lembut namun penuh wibawa, Mudasir menegaskan bahwa setiap tata tertib dan aturan yang diterapkan di madrasah sesungguhnya merupakan cerminan dari tuntunan syariat yang harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. “Artinya, dengan menjalankan aturan madrasah berarti sedang belajar menjalankan aturan agama,” lanjutnya penuh makna.
Ucapan tersebut menggugah kesadaran seluruh peserta yang hadir. Seolah menjadi pengingat halus bahwa kehidupan di madrasah bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan keimanan. Suasana aula pun terasa semakin tenang, diiringi lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan dengan khidmat. Seperti ada getar batin yang mengalir di setiap kalimat doa, membawa kedamaian di hati setiap peserta.
Menurut beberapa guru yang hadir, kegiatan rutin seperti ini menjadi salah satu wujud nyata pembinaan rohani di lingkungan madrasah. Selain memperkuat spiritualitas siswa, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan mempererat hubungan antara guru dan peserta didik. Mereka merasa bahwa momentum seperti ini sangat penting untuk menjaga semangat keagamaan di tengah kesibukan belajar dan tugas.
Salah seorang peserta, Desi Wiriyana, menyampaikan kesan mendalam usai kegiatan berlangsung. Dengan wajah yang masih tampak haru, ia berkata, “Alhamdulillah, semakin hari rasa semakin menambah ilmu dan kesadaran kita sebagai manusia, agar tetap dengan aturan dan tujuan hidup manusia baik di madrasah maupun di dalam beragama.” Ucapan Desi menggambarkan perasaan tulus dari banyak siswa yang merasa tersentuh dan termotivasi setelah mengikuti acara tersebut.
Sementara itu, Arifatun Ma’rifah, peserta lainnya, turut mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini terus diadakan. “Semoga acara seperti ini akan selalu diadakan, momen yang sangat berharga sekali,” ujarnya dengan nada penuh semangat. Menurutnya, kegiatan Yasinan dan doa bersama bukan hanya rutinitas keagamaan, tetapi juga sumber energi spiritual yang mampu menumbuhkan semangat baru dalam menuntut ilmu.
Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan ini berakhir dengan doa bersama, memohon keberkahan dan bimbingan Allah agar seluruh keluarga besar MAN 2 Kepulauan Meranti senantiasa berada di jalan yang benar. Para guru terlihat begitu bangga dengan semangat siswa-siswi mereka yang tetap menjaga adab dan kekhusyukan sepanjang acara.
Mudasir menyampaikan rasa syukurnya atas kekompakan seluruh warga madrasah. Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai religius sekaligus mempererat hubungan spiritual antara peserta didik dengan Tuhannya. “Madrasah adalah tempat kita menata niat, menata tujuan, dan menata hati,” ucapnya lirih namun penuh makna.
Yasinan dan Doa Bersama di MAN 2 Kepulauan Meranti pagi itu bukan sekadar acara rutin keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen keislaman, memperkuat karakter, dan membangun kesadaran spiritual di tengah kehidupan modern. Aura keharuan dan semangat membara yang terpancar dari setiap wajah peserta menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan masih hidup dan tumbuh subur di lingkungan madrasah, serta tetap teguh menjaga jati diri dan nilai-nilai Islam. (HMS-DR)