Indragiri
Hulu (Kemenag) โ Sabtu (20/9/2025), mewakili Kepala Kankemenag Kabupaten
Indragiri Hulu, Kasubbag Tata Usaha Ehirdamri bersama Pengawas PAI H. Bahrudin
dan Jumiran menghadiri sekaligus melakukan pengalungan medali bagi peserta
yudisium dan pengukuhan PPG Dalam Jabatan Batch 1 Tahun 2025 dari mahasiswa
asal Inhu, di LPTK IAIN Curup, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan
serentak secara nasional melalui virtual Zoom Meeting, sementara keluarga besar
Kemenag Inhu turut mengikuti prosesi tersebut bersama-sama di Aula Kemenag
Inhu.
Ehirdamri
dalam keterangannya menegaskan bahwa keberhasilan GPAI Inhu menempuh PPG bukan
hanya pencapaian individu, tetapi juga investasi jangka panjang bagi mutu
pendidikan agama di sekolah. โPPG ini melahirkan guru profesional yang mampu
mentransformasikan pembelajaran agama menjadi lebih menyenangkan, inspiratif,
dan menyentuh kehidupan siswa. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan merasakan
dampak nyatanya,โ ujarnya.
Bagi
para guru yang dikukuhkan, yudisium ini menjadi titik balik dalam perjalanan
profesi mereka. Dengan kompetensi yang diperkuat melalui PPG, GPAI diharapkan
dapat menjawab kebutuhan zaman, mulai dari pendekatan digital dalam
pembelajaran hingga penguatan moderasi beragama di kalangan pelajar.
Seorang
peserta asal Inhu menyampaikan rasa syukurnya, โProses PPG ini tidak mudah,
tetapi membuka wawasan kami bahwa mendidik bukan hanya menyampaikan pelajaran,
melainkan membentuk karakter generasi. Kami pulang dengan tanggung jawab lebih
besar untuk membawa perubahan di sekolah dan masyarakat.โ
Secara
langsung, keberhasilan ini akan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar
di kelas. Siswa akan mendapat pengalaman belajar agama yang lebih kontekstual
dan relevan. Secara tidak langsung, masyarakat Inhu akan merasakan hadirnya
generasi muda dengan akhlak mulia, toleran, dan berdaya saing.
Kegiatan
yudisium virtual yang serentak di seluruh Indonesia juga menjadi bukti
kolaborasi nasional antara perguruan tinggi, pemerintah pusat, dan Kemenag
daerah dalam menyiapkan guru profesional. Di tengah tantangan global, langkah
ini memperkuat keyakinan bahwa pendidikan agama tetap menjadi fondasi utama
dalam membangun bangsa yang berkarakter.
(Reski)