0 menit baca 0 %

Yulia Telah Pergi, Madrasah Berduka: Kepergian yang Menyisakan Luka Mendalam

Ringkasan: Kampa. (Kemenag ) ---Hari Jumat yang biasanya penuh keberkahan, kali ini berubah menjadi hari paling memilukan bagi keluarga besar MAN 4 Kampar Plus Keterampilan. Yulia, siswi kelas XII.B, telah kembali ke pangkuan Ilahi setelah mengalami kecelakaan tragis sepulang dari madrasah, Jumat, 25 Juli 2025...

Kampa. (Kemenag ) ---Hari Jumat yang biasanya penuh keberkahan, kali ini berubah menjadi hari paling memilukan bagi keluarga besar MAN 4 Kampar Plus Keterampilan. Yulia, siswi kelas XII.B, telah kembali ke pangkuan Ilahi setelah mengalami kecelakaan tragis sepulang dari madrasah, Jumat, 25 Juli 2025.

Langit seolah ikut berduka. Duka mendalam menyelimuti para guru, teman sekelas, dan seluruh warga madrasah yang mengenal Yulia sebagai pribadi lembut, sopan, dan bersahaja. Kepergiannya yang mendadak tak hanya meninggalkan ruang kosong di kelas, tetapi juga luka di hati banyak orang yang menyayanginya.

Insiden memilukan itu terjadi di jalan depan MTs Negeri 8 Kampar, Desa Balam Jaya, saat Yulia hendak pulang dijemput sang kakak. Menurut keterangan pihak keluarga, gamis yang dikenakannya tersangkut di roda motor, mengakibatkan motor tergelincir dan Yulia mengalami benturan hebat di bagian kepala. Ia sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, namun Allah lebih menyayanginya. Ananda dinyatakan wafat sekitar pukul 12.08 WIB, sebelum sempat mendapatkan penanganan penuh.

Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan belasungkawa mendalam atas kehilangan ini. “Kami tidak hanya kehilangan seorang siswi, tapi juga anak yang menjadi teladan bagi teman-temannya. Yulia selalu sopan, rajin, dan penuh semangat dalam belajar. Semoga Allah mengampuni segala dosanya, menerima semua amal baiknya, dan menempatkannya di surga terbaik-Nya. Kami turut mendoakan dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan,” ucap beliau dengan suara penuh haru.

Jenazah saat ini dalam perjalanan menuju rumah duka di kawasan Kualu Nenas, tak jauh dari Simpang SMK Global. Para guru, teman-teman sekelas, serta tim fardhu kifayah madrasah telah bersiap untuk memberikan penghormatan terakhir, menyalatkan, dan mengantarkannya ke peristirahatan abadi.

Kepergian Yulia menjadi pengingat yang sunyi namun kuat, bahwa kehidupan adalah titipan sementara. Kecelakaan tragis ini juga menjadi seruan agar kita semua lebih waspada dalam aktivitas sehari-hari, khususnya di jalan raya.

Doa kami menyertai langkahmu, Yulia. Istirahatlah dalam damai.

Madrasah ini akan selalu mengenangmu—dalam doa, dalam cerita, dan dalam kenangan yang abadi. Al-Fatihah.(kj /Fatmi )