0 menit baca 0 %

Yusneli, Penyuluh Agama Islam, Intensifkan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an di SMA

Ringkasan: Gunung Toar - Yusneli, seorang penyuluh agama Islam yang berdedikasi, terus mengintensifkan program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di SMAN 1 Gunung Toar, Selasa (02/09/2025)Dengan pendekatan yang penuh perhatian dan metode yang efektif, ia berupaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di ka...

Gunung Toar - Yusneli, seorang penyuluh agama Islam yang berdedikasi, terus mengintensifkan program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di SMAN 1 Gunung Toar, Selasa (02/09/2025)

Dengan pendekatan yang penuh perhatian dan metode yang efektif, ia berupaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan siswa.

Dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan, Yusneli memberikan bimbingan langsung kepada siswa, fokus pada pemahaman tajwid dan pelafalan yang benar. Ia juga menciptakan suasana belajar yang nyaman dan interaktif, sehingga siswa merasa termotivasi untuk belajar dan tidak takut untuk bertanya jika mengalami kesulitan.

Kepala Sekolah SMAN 1 Gunung Toar, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh Yusneli. Menurutnya, program ini sangat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dan memahami ajaran Islam dengan lebih baik. "Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Yusneli atas dedikasinya. Semoga program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang besar bagi siswa kami," ujarnya.

Yusneli berharap, melalui program ini, siswa SMAN 1 Gunung Toar dapat memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an yang baik dan benar, serta mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mendukung upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur'an demi menciptakan generasi yang Qurani.

 Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja penyuluh agama Islam dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.(Mas)


Catatan: Imus

1. Fariatifkan judul dan penulisan beritanya, jangan semua berita sama tp penyuluh berbeda. 

2. kurangi penyebutan nama di judul

3. sistematiskan penulisan sesuai 5 w plus 1 h (penulisan alurnya hampir sama semua)