Zulkifli: Tanamkan Kebanggaan Cinta Mengaji
Ringkasan:
Pelalawan (Humas)- Sebanyak 1.700 orang santri Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (PDTA) se-kabupaten Pelalawan laksanakan wisuda pada 31 Mei 2012 di Pangkalan Kerinci. Demikian disampaikan Chairul Chudhori, ketua panitia wisuda. [31/5]. Pada kesempatan itu, Chudori juga mengucapkan terima kasi...
Pelalawan (Humas)- Sebanyak 1.700 orang santri Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (PDTA) se-kabupaten Pelalawan laksanakan wisuda pada 31 Mei 2012 di Pangkalan Kerinci. Demikian disampaikan Chairul Chudhori, ketua panitia wisuda. [31/5].
Pada kesempatan itu, Chudori juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini, terutama kepada para wali santri yang telah bersusah-payan datang dari berbagai pelosok di kabupaten Pelalawan.
Pada kesempatan itu juga, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Drs. H. Zulkifli dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini, dan dia menandaskan, bahwa acara ini merupakan salah-satu cara untuk menanamkan kebanggaan cinta mengaji Alquran kepada tunas muda bangsa. "Hari ini, kebanggaan itulah yang kurang kita tanamkan kepada generasi muda kita, sehingga generasi kita kurang bersemangat melakukan kegiatan keagaman di tengah-tengah umat," katanya dalam sambutan yang mewakili Bupati Pelalawan. "Di mana-mana kita mengatakan pendidikan agama penting tapi ketika ditanya dukungan apa yang bisa diberikan kepada kegiatan keagamaan, kita malah bingung. Apalagi dukungan dana," Kata Kepala Kemenag Pelalawan itu bersemangat. "Untuk itu, ke depan marilah kita semua mendukung acara keagamaan di Kabupaten Pelalawan ini dalam bentuk moril maupun materil," sambungnya.
Pada acara wisuda ini, sebelumnya diadakan pawai akbar dimulai dari Depan Mesjid Raya Pangkalan Kerinci menuju lapangan sepak bola. Pawai ini diikuti oleh santriwan dan santriwati serta bapak ibu wali santri. Selanjutnya, sebelum acara puncak wisuda yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Pelalawan ini, beberapa pentas kesenian dilaksanakan pula, seperti demonstrasi Syarhil Quran dan tahfiz Alquran dari para santri. (Griven)