0 menit baca 0 %

10 tahun di kursi roda tak surutkan Mardinem daftar haji

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas)- Menderita penyakit lumpuh kaki selama 10 tahun, tak membuat Mardinem (64) patah arang. Dengan digendong anaknya keluar dari mobil mini bus menuju ruang Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir bersama suaminya Mardiman (66) mendafta...

Rokan Hilir (inmas)- Menderita penyakit lumpuh kaki selama 10 tahun, tak membuat Mardinem (64) patah arang. Dengan digendong anaknya keluar dari mobil mini bus menuju ruang Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir bersama suaminya Mardiman (66) mendaftar haji pada Kamis, 9 Juli 2020 yang lalu.

Saat suaminya diwawancarai inmas Kemenag Rohil usai mendaftar, istrinya asal Dusun Karang Tulus RT. 005 RW. 002 Desa Karyo Mulyo Sari Kecamatan Pekaitan itu menjelaskan, ia lumpuh ia sejak 10 tahun lalu. Lumpuh itu ia derita karena faktor menjelang usia lanjut terjadi penurunan kepadatan tulang dan masa otot. “lstri saya lumpuh sejak sepuluh tahun lalu, tidak tahu apa penyebabnya. Namun kata dokter waktu periksa, katanya karena kondisi menjelang usia lanjut rentan dengan penurunan kepadatan tulang dan masa otot,” kata Mardiman.

Meski tak bisa berjalan dan hanya bisa duduk di kursi roda, namun menurut Mardinem hal itu tak lantas membuat semangatnya untuk mendaftar haji sebagai rukun Islam yang kelima redup.

“Tidak ada-apa, saya ingin tetap daftar haji. Saya hanya bisa berdoa kepada Allah, semoga menjelang keberangkatan haji nanti kurang lebih 21 tahun yang akan datang, Allah berikan kesembuhan atas sakit yang saya derita ini. Dan andai umur saya sampai, bisa dilanjutkan anak saya, yang penting saya sudah mantap niat berha,” ujarny agak terbata-batah.

Sementaraitu, Kasi PHU H. Hasbullah, S.Ag merasa terharu saat ikut menyaksikan nenek Mardinem mendaftar haji. “saya sangat terharu dengan nenek Mardinem, walaupun dalam kondisi lumpuh seperti itu ia tetap semangat mendaftar haji padahal diperkirakan 21 tahun lagi baru bisa berangkat,” ungkapnya.

KasiPHU menambahkan, seharusnya yang lain yang kondisinya masih sehat, uangnya punya harus berkaca kepada Nenek Mardinem. “nenek Mardinem harus menjadi contoh bagi yang lain, soal sampai atau rltidak itu urusan Allah,” pungkasnya. Nsh)