Riau (Inmas) – Selama masa pandemi Covid – 19, proses
belajar mengajar pada Pondok Pesantren dilaksanakan secara Daring dan seluruh
santri di pulangkan ke Kampung Halamannya.
Setelah pemerintah memberlakukan fase New Normal dengan
tetap berpegangan pada protocol Kesehatan, sebagaian Pondok Pesantren kembali
melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka.
Demikian yang terjadi terhadap beberapa pondok pesantren
yang ada di pulau jawa. Pondok Pesantren tersebut kembali memanggil santrinya untuk
kembali melakukan proses belajar mengajar secara langsung.
Akan tetapi santri yang mondok di Pondok pesantren tersebut
harus memiliki Keterangan Kesehatan untuk dapat melakukan perjalanan kembali ke
Pulau jawa. Begitu juga hal nya yang dialami oleh Santri Binaan Baznas
Kabupaten Bengkalis. Para santri dan pendamping harus memiliki Rapid Tes bebas
dari Covid – 19 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit untuk bisa melakukan
perjalanan.
“ Santri binaan Baznas Bengkalis akan kembali Belajar di
Pondok yang ada di Pulau Jawa berjumlah 11 orang dengan 9 orang pendamping. Untuk
dapat kembali ke Pondok tersebut, transportasi mensyaratkan harus memiliki
Keterangan kesehatan. Oleh karena itu semua santri dan pendamping telah
melakukan rapid Tes di RSUD Bengkalis”.  Demikian
disampaikan oleh Ketua Baznas Kabupaten Bengkalis Ustadz Ali Ambar pada Senin
(15/6/20).
Setelah selesai melaksanakan Rapid Tes, Santri Binaan Baznas
Bengkalis tersebut direncanakan berjumpa  dengan Plh. Bupati Bengkalis yang juga Kabag
Kesra H. Bustami, HY pada pukul 15.00 WIB.
Para santri ini bersilarurrahmi pamit untuk
melanjutkan Pendidikan pada lembaga pendidikan masing masing dan menerima arahan
langsun dari Plh. Bupati Bengkalis. (ana/ali)