110 Santri Ikut MQK Tingkat Provinsi
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Tingkat Provinsi Riau akan berlangsung Selasa, 5 - 8 April 2011 di Hotel Mona Jalan HR Subrantas PPanam Pekanbaru. Acara yang diikuti sekitar 110 orang santri tersebut akan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Ke...
Pekanbaru (Humas)- Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Tingkat Provinsi Riau akan berlangsung Selasa, 5 - 8 April 2011 di Hotel Mona Jalan HR Subrantas PPanam Pekanbaru. Acara yang diikuti sekitar 110 orang santri tersebut akan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM.
Demikian diungkapkan Kabid Pekapontren Kanwil Kemenag Riau, Drs H Abdul Muis, didampingi Kasi Pengembangan Santri Bidang Pekapontren Kanwil Kemenag Riau, Herra Firmansyah S Ag, Senin (4/4) di ruang kerjanya.
Menurutnya, MQK IV tingkat Provinsi Riau merupakan persiapan dalam rangka menghadapi MQK Nasional IV di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang rencananya akan digelar pada Juli 2011mendatang. Dimana pada MQK tersebut akan memperlombakan sebanyak 8 bidang ilmu dengan 28 cabang untuk Marhalah Ula (usia maksimal 14 tahun), Marhala Wustha (usia maksimal 17 tahun), Marhala Ulya (usia maksimal 20 tahun) dan Marhalah Aliy (usia maksimal 23 tahun).
"Peserta yang ikut MQK tingkat provinsi merupakan peserta yang terbaik pada MQK tingkat kabupaten dan kota se Provinsi Riau yang telah digelar oleh masing- masing daerah. Kemudian pememang pada tingkat provinsi, mereka akan dikirim untuk mengikuti MQK tingkat nasional," jelas Abdul Muis.
Ditambahkan Herra Firmansyah, MQK yang digelar tiga tahun sekali ini dalam rangka mempererat silaturrahim antar pondok pesantren selain untuk meningkatkan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat di masa depan. Mendorong dan meningkatkan kecintaan para santri kepada kitab-kitab rujukan berbahasa arab, serta meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam dari sumber kitab-kitab berbahasa arab.
"MQK juga merupakan upaya pemerintah untuk memotivasi dan meningkatkan perhatian dan kecintaan para santri untuk terus mempelajari kitab-kitab kuning (kutub at-turats) sebagai sumber utama kajian ilmu-ilmu agama Islam. Sehingga, saat selesi menuntut ilmu di Pondok Pesantren, para santri mampu membaca dan memahami kitab kuning. Sedangkan untuk dewan hakim MQK, merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan oleh Bidang Pekopontren beberapa waktu lalu," pungkasnya. (msd)
Bidang Ilmu MQK:
1. Tafsir
2. Fiqih
3. Hadist
4. Nahwu
5. Akhlaq
6. Ashul Fiqih
7. Tarikh
8. Balaghah.
Nama Cabang & Kitab MQK:
I. Marhalah Ula (usia maksimal 14 tahun)
1. Sulamut Taufiq
2. Al Jurumiyah
3. Ta`limul Muta`allim
4. Khulashah Nurul Yaqin.
II. Marhalah Wustha (usia maksimal 17 tahun)
1. Tafsirul Jalallain
2. Fathul Qarib
3. Subulus Salam
4. Imrithi
5. Kifayatul Athqiya
6. Al- Waraqat
7. Ar Rakhikul Makhtum
8. Ukudul Juman.
III. Marhalah Ulya (usia maksimal 20 tahun)
1. Ibnu Katsir
2. Fathul Muin
3. Syarah Nawawi`ala Shahih Muslim
4. Ibnu Aqil
5. Ihya Ulumuddin
6. Ghayatul Wushul
7. Ibnu Hisyam
8. Al- Jauharul Maknun.
IV. Marhalah Aliy (usia maksimal 23 tahun)
1. At- Thabari (Jami Al bayan)
2. Al Um
3. Fathul Bari`
4. Al- Asymuni
5. Al- Hikam
6. Jam`ul Jawamik
7. Rarikh Bidayah Wa Nihayah
8. Jawahirul Balaghah.