Pinggir (Inmas) - Tepat hari
Rabu, 22 November 2023 pukul 12.00 WIB sebnayk 300 peserta didik Yayasan
Pendidikan Islam Pondok Pesantren Al- Muhajirin Kecamatan Pinggir tiba
dilingkungan Candi Muara Takus, diawali dengan sholat Dzuhur dan makan bersama siap
untuk mengikuti pembelajaran di luar ruang kelas dengan mengunjungi secara
langsung Candi Muara Takus yang berdomisili di XIII Koto Kampar - Riau.
Siswa yang mengikuti
kegiatan ini terdiri dari siswa tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah
Tsanawiyah (MTs) YPI PP AL-MUHAJIRIN Dengan mengerjakan tugas akhir di Portofolio
yang mendeskripsikan sejarah dan bagaimana candi ini dibangun. Tempat-tempat
yang dituju adalah tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya otentik
di Riau, terutama di wilayah Tepian sungai Kampar.
Di antara tempat tersebut
adalah: Pelataran Candi Muara Takus, Sumur sejarah Muara Takus, Tepian
Pelabuhan Muara Takus, Tepian Mahligai, Danau Rusa, dan keliling sekitaran kota
Bangkinang.
Outing class ini disusun
dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu ini adalah outing class yang nantinya
akan dijadikan agenda rutin setiap tahun, pelaksanaan studi karya ini bertujuan
agar peserta didik lebih mengenal sejarah dan budaya yang ada di wilayah
sekitar, dalam hal ini wilayah provinsi Riau.
Sebagai contoh, dengan
mengunjungi Candi Muara Takus peserta didik akan mengetahui sejarah ditemukannya
peradaban dan peninggalan berharga yang dimiliki oleh kempar terkait penyebaran
dan peribadatan Hindu-Budha. Hal itu dapat diketahui oleh peserta didik dengan
mendengarkan penjelasan dan keterangan yang disampaikan oleh tim pemandu wisata
yang disampaikan oleh Bapak Zulkifli, dibawah Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (KEMENPAREKRAF) yang menyampaikan secara
detail mulai ditemukannya hingga sampai sekarang ini tentang perkembangan candi
Muara Takus itu.
Dengan jumlah siswa yang
lumayan banyak itu menggunakan jasa bus travel sebanyak 2 (dua) Big Bus
Pariwisata dan 5 (Lima) Bus ukuran Mediaum dan 5 minibus guru dan wali siswa,
selain itu, peserta didik dibawah pimpinan Bapak Wedariyan Saputra, S.Pd,MM
selaku Ketua Yayasan YPI PP AL-MUHAJIRIN dan sesuai instruksi yang diberikan
oleh guru bidang studi Sejarah, Senin budaya dan wali kelasnya, secara
komprehensif memperoleh informasi tentang benda-benda bersejarah (Candi Muara
Takus) tersebut dengan cara mewawancarai para petugas yang lainnya disana.
Proses wawancara dilaksanakan secara berkelompok agar petugas tidak perlu
mengulang apa yang disampaikan, dan petugas juga memberikan fhoto ekslusif
candi Muara Takus pertama kali ditemukan kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah Al-Muhajirin
Kecamatan Pinggir itu, selain itu petugas juga menyampaikan ada berita baru
terkait ditemukannya bangunan kamar/rumah 1000 biksu yang tertanam sedalam 2
meter disekitaran tepian sungai Kampar ini yang ditemukan oleh arkeolog dari
Medan Ery Suwondo, S.S,.M.Hum yang ditemukan pada 2019 silam.
Selepas rangkaian kunjungan
selesai dilaksanakan, peserta didik harus mengumpulkan laporan hasil kunjungan
tersebut, dan disusun dalam bentuk laporan Portofolio yang juga nanti akan
dipersentasikan menurut kelompoknya, berharap agar pengetahuan dan pengalaman
yang didapatkan selama studi karya tersebut dapat terdokumentasikan dan dapat
dibaca dan didengarkan oleh orang lain.
Dengan adanya kegiatan
outing class tersebut, para pendamping berharap para peserta didik mendapatkan
pengalaman berharga dari sejarah dan budaya di wilayah provinsi Riau dan
khususnya pada candi Muara Takus itu, Sehingga para peserta didik dapat lebih
menghargai dan terinspirasi dari kearifan lokal yang ada.(Humas MJ)