0 menit baca 0 %

464 JCH Kota Pekanbaru Ikuti Manasik Haji, Mahyudin: Gunakan Tanda Pengenal dan Konsentrasi Beribadah

Ringkasan: Riau (Inmas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA menjadi Narasumber pada kegiatan Penyelenggaraan Manasik Haji Kota Pekanbaru, Kamis (19/5/22) di Mesjid Nurus Salam Pekanbaru. Jl. Taman Sari Kec Bukit Raya.Tampak hadir pada Manasik haji yang diikuti 464 Jamaah Ca...

Riau (Inmas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA menjadi Narasumber pada kegiatan Penyelenggaraan Manasik Haji Kota Pekanbaru, Kamis (19/5/22) di Mesjid Nurus Salam Pekanbaru. Jl. Taman Sari Kec Bukit Raya.

Tampak hadir pada Manasik haji yang diikuti 464 Jamaah Calon Haji Pekanbaru tersebut,  Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Drs. H. Syahrudin, M. Sy, Ka. Kan. Kemenag Kota Pekanbaru Drs. H. Abdul Karim, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Haryati, SE, ME, Sy.Ak, dan Kasi Bimas Islam H. Suhardi Hasan, S. Ag, MA.

Dalam materinya yang berjudul Kebijakan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Ka. Kanwil Kemenag Riau mengatakan Pemerintah Arab Saudi menetapkan kuota jamaah haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M berjumlah 100.051 orang.

“sudah dua tahun kita tidak menyelenggarakan Ibadah Haji dan Umrah dikarenakan pandemic Covid – 19, pada tahun 2022 M ini pemerintah arab Saudi membuka peluang untuk jamaah luar Negara nya untuk melakukan ibadah haji. Alhamdulillah Indonesia mendapat kuota 100.051 orang. Khusus Riau mendapat kuota 2.290 dengan cadangan 461 orang”.

Lebih lanjut Mahyudin mengatakan dari kuota Riau pada Tahun 2020 sebesar 4.957 orang yang dapat berangkat karena ketentuan Arab Saudi berjumlah 2.304 Jamaah Reguler, 12 PHD, 2 KBIHU dan 10 orang petugas kloter yang dibatasi dengan Usia 65 tahun per tanggal 30 Juni 2022.

Terakhir, Mahyudin berpesan kepada jamaah haji Prov. Riau untuk tetap menjaga kesehatan dan kekompakan, tetap menggunakan tanda pengenal, berkonsentrasi penuh untuk melaksanakan Ibadah.

“jamaah tetap menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan Negara Arab Saudi, jangan sampai melepaskan tanda pengenal yang diberikan ketika keberangkatan, tidak menggunakan perangkat fotografi/merekam ketika melakukan aktifitasdi kedua masjid suci, tidak mengibarkan bendera beberapa Negara dan slogan-slogan politik serta mengupload di media sosial,  tidak memasak karena jamaah haji sudah disediakan konsumsinya 27 kali di madinah, 75 kali di Makkah, 1 Kali di Bandara Jeddah dan 16 Kali Armina. Jamaah hanya dituntut untuk fokus/konsentrasi untuk melaksanakan ibadah serta jaga nama baik Negara Indonesia”.