0 menit baca 0 %

78 Persen Jemaah Haji Bengkalis Laksanakan Nafar Awal

Ringkasan: BENGKALIS (Inmas) Lebih dari 78 persen Jemaah Haji (JH) Kabupaten Bengkalis kloter 10 BTH atau 293 orang, memilih melaksanakan nafar awal. Sementara sebanyak 80 orang memilih untuk melaksanakan nafar tsani.Nafar awal adalah jemaah meninggalkan Mina setelah melontar jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah)...

BENGKALIS (Inmas)– Lebih dari 78 persen Jemaah Haji (JH) Kabupaten Bengkalis kloter 10 BTH atau 293 orang, memilih melaksanakan nafar awal. Sementara sebanyak 80 orang memilih untuk melaksanakan nafar tsani.

Nafar awal adalah jemaah meninggalkan Mina setelah melontar jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah) yang masing-masing dilempar sebanyak tujuh kali pada 12 Dzulhijjah. Sedangkan nafar tsani adalah jemaah baru meninggalkan Mina setelah melontar ketiga jumrah pada 13 Dzulhijjah.

Itu disampaikan pembimbing haji Kabupaten Bengkalis kloter 10 BTH, H Zulkarnaen , Sabtu malam (2/7/2023). Ia menyebut, baik jemaah yang  nafar awal maupun nafar tsani saat ini sudah berada di Makkah dan beristirahat di penginapan untuk istirahat.

"Jemaah kita yang nafar tsani baru tadi balik ke Makkah. Jumlahnya ada 80 orang," ujar Zulkarnaen melalui pesan whatsapp.

Walau jemaah yang nafar awal sudah lebih dulu pulang ke Makkah, Zulkarnaen mengatakan belum semuanya melaksanakan tawaf ifadah, sai dan diakhiri dengan tahallul tsani. Selain karena lelah dan butuh istirahat, bus yang bertugas mengantar jemput jemaah dari dan ke Masjidil Haram belum berjalan.

"Jadi sebagian besar mereka belum tawaf ifadah . Kalaupun ada (tawaf ifadah, sai dan tahallul tsani,red), hanya beberapa orang yang melakukan secara mandiri," katanya.

Untuk tawaf ifadah, sai dan tahallul tsani bagi jamaah yang belum, akan ditentukan nanti. Sebagai informasi tambahan, tahallul tsani atau disebut juga tahallul akhir ini dilaksanakan jika seluruh proses rangkaian ibadah haji telah terpenuhi.

Tahallul akhir ini tercapai bila jamaah melakukan tiga rangkaian lengkap mulai dari melontar jumrah, memotong atau mencukur rambut, dan tawaf ifadah serta sai. Seluruh larangan ketika ihram pun gugur dan kembali diperbolehkan kepada para jemaah.