Pekanbaru (Inmas), Di tengah kondisi pandemi wabah Covid
19 ini, masih ada sebagian masyarakat yang acuh tak acuh dalam hal penerapan
protokol kesehatan. Hal ini tentu bisa menjadi
preseden buruk dalam pemutusan mata rantai penyebaran covid 19. Senin
(07/09/2020).
Dalam Islam, Yang dikatakan mati Syahid itu adalah
setelah menjalani perjuangan. Misalnya kita sudah berusaha semaksimal mungkin
untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M (Memakai masker, Mencuci
tangan dan Menjaga Jarak) dan selalu menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) lalu terkonfirmasi Covid dan
meninggal, itu baru namanya mati syahid. Sesuai dengan hadits Nabi SAW. Orang yang
mati karena Penyakit Menular itu mati syahid.
Terang Wahid.
Kalau kita cuek, tidak mengikuti protokol kesehatan, bahkan
mengabaikan bahaya covid -19, kemudian tertular dan meninggal, maka matinya
tidak mati syahid, ini termasuk katagori bunuh diri. Ungkap H. Abdul Wahid,S.Ag.,
M.I.Kom selaku orang nomor dua di Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru.
Jadi dikatakan mati syahid, apabila kita sudah
berperang terlebih dahulu melawan yang namanya Covid-19. Dengan penerapan
protokol kesehatan yang ketat, akhirnya kita kalah, ini baru dinamakan mati
syahid. Tutup Wahid. (Idris).