BENGKALIS (Inmas) - Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kabupaten (Kemenag Kab) Bengkalis mengajak Guru Sekolah Minggu Buddha (SMB) dan Dhammasekha untuk meningkatkan kreativitas dalam menciptakan kurikulum dan proses belajar mengajar, pada Kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendidik Sekolah Minggu Buddha dan Dhammasekha periode 2023 di Twin Hotel, Bengkalis, Kamis (18/05/2023).
Penyelenggara Buddha Kemenag Kabupaten Bengkalis, Dito melalui rilis resmi menyatakan, akan terus mengawal perkembangan Sekolah Minggu Buddha (SMB) lewat pembinaan serta mencanangkan anggaran untuk pembangunan SMB dan Dhammasekha.
“Pembinaan guru di berbagai daerah, selain itu pentingnya pembangunan gedung SMB dan Dhammasekha karena beberapa tempat sekolah minggunya masih numpang,” ujarnya.
Melalui kesempatan ini juga, Dito mengharap kepada Kepala Kantor Kemenag Bengkalis untuk dapat mengusulkan anjab terkait kebutuhan guru Pendidikan Agama Buddha (PAB) di Bengkalis.
“Kebutuhan guru PAB sangat banyak, melalui kesempatan ini bisa menyampaikan anjab pengangkatan guru melalui usulan PPPK atau PNS untuk kebutuhan di tahun 2024,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pembimas Buddha Provinsi Riau, Tarjoko mengajak guru yang hadir untuk lebih maju dan berinovasi lebih dengan memanfaatkan fasilitas SMB dan Dhammasekha.
“Gaji guru sekolah minggu tidak hanya pas-pasan, dengan kreativitas dan menghasilkan produk sehingga gajinya meningkat.” ujar Tarjoko.
Tarjoko berharap, dengan merubah model pembelajaran dapat mendorong siswa untuk berinovasi.
“Sekolah menjadi terkenal karena siswa berinovasi lewat produk-produk yang dihasilkan,” tambahnya.
Praktisi Pendidikan Agama Buddha, Sutopo juga menjelaskan, selama ini sekolah minggu bukan tempat untuk menambah skill, hanya menjadi tempat belajar mengajar yang membudaya hingga sekarang dan diharapkan guru sekolah minggu untuk bisa merubah mindset.
“Sekarang waktunya bapak dan ibu merubah, bukan untuk nilai pelajaran tetapi untuk mendapatkan ilmu kehidupan dan ini jauh lebih baik,” pesan Sutopo.
Gagasan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Bengkalis, Khaidir menegaskan, substansi keilmuan tidak cukup dan harus dibarengi dengan cara berpikir.
“Guru itu tugasnya ada dua, transfer knowledge dan changing the behavior,” tegasnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta yang tergabung dari Guru Sekolah Minggu Buddha dan Dhammasekha dari beberapa majelis yang ada di Kabupaten Bengkalis.(VJ)